Arsitektur

Arsitektur IPB Cyber Extension

Pengembangan cyber extension secara umum bertujuan untuk mengembangkan sistem informasi pertanian berbasis web yang terpadu, terintegrasi, tepat guna dan bermanfaat bagi penyuluh, kelembagaan penyuluhan serta para pelaku agribisnis atau pun para pihak lainnya. Cyber extension dapat menyediakan informasi yang dibutuhkan para penyuluh, pelaku utama, pelaku usaha dan masyarakat pertanian sesuai kebutuhan spesifik lokasi sehingga mempercepat peningkatan penyediaan materi penyuluhan pertanian bagi penyuluh dan pelaku usaha.
Berkembangnya cyber extension juga dapat mempercepat arus informasi pertanian dari pusat sampai ke daerah dan dapat meningkatkan akses petani terhadap informasi yang dibutuhkan. Cyber extension dapat dimanfaatkan untuk kegiatan pelayanan data dan informasi penyuluhan khususnya membantu memperlancar dan memudahkan fasilitas kepada pelaku penyuluhan terutama para penyuluh pertanian. Dalam hal ini cyber extension berperan dalam mendukung penyediaan informasi yang memadai sebagai bahan dalam memfasilitasi proses pembelajaran tersebut.
Model komunikasi cyber extension mengumpulkan atau memusatkan informasi yang diterima oleh petani dari berbagai sumber yang berbeda maupun yang sama dan disederhanakan dalam bahasa lokal disertai dengan teks dan ilustrasi audio visual yang dapat disajikan atau diperlihatkan kepada seluruh masyarakat desa khususnya petani semacam papan pengumuman (bulletin board) pada kios atau pusat informasi pertanian (Sumardjo dan Mulyandari, 2010).

Berdasarkan studi Ahuja (2011), kebutuhan informasi petani meliputi:

  1. 1. Informasi pasar
  2. 2. Informasi tentang subsidi dan program pengembangan desa
  3. 3. Informasi cuaca/musim
  4. 4. Best practices
  5. 5. Teknologi pasca panen
  6. 6. Ketersediaan dan harga input (benih, pupuk, dan sebagainya)
  7. 7. Penanganan hama dan penyakit
  8. 8. Pengujian tanah

Seluruh informasi dapat dibagi-pakai serta dikembangkan oleh setiap pelaku stake-holders melalui berbagai media tools, antara lain:

  1. 1. Email
  2. 2. Program komputer untuk sistem pakar
  3. 3. Sistem informasi berbasis web
  4. 4. Video conferencing
  5. 5. Call center and sms-gateway
  6. 6. News and Discussion groups

Oleh karena itu, komunikasi informasi antara stake-holders dengan server berlaku dua arah karena pengguna dapat bertindak sebagai pemakai informasi, dan di saat lainnya bertindak sebagai pemberi informasi. Gambar berikut menunjukkan arsitektur komunikasi informasi antara server dengan stake-holders.

 
roadmap

Arsitektur Komunikasi Informasi antara Server dengan Stakeholders IPB Cybex

 

Salah satu contoh Cyber Extension adalah milik Kementerian Pertanian RI pada alamat http://epetani.deptan.go.id yang berisi mengenai Cara Budidaya, Info Harga, Konsultasi, Diskusi, Berita bahkan sampai Pengaduan, yang melibatkan beberapa penyuluh di Indonesia. Persoalan utama dalam Cyber Extension adalah keberlanjutan komunikasi dan ketersediaan serta kekayaan isi pengetahuan yang dibutuhkan oleh petani. Hal ini yang tidak terpenuhi di dalam Cyber Extension yang ada, terutama ketersediaan pengetahuan. Terbukti informasi terakhir tercatat pada April 2013 yang menunjukkan bahwa komunikasi user dengan server tidak berjalan terus-menerus.
IPB sebagai perguruan tinggi terkemuka di Indonesia yang banyak menghasilkan riset dan teknologi pertanian, diharapkan mampu mengembangkan cyber extension yang berkelanjutan dan dapat memenuhi kebutuhan informasi petani pada umumnya. Tabel 1 berikut menggambarkan perbedaan antara Cyber Extension IPB dengan lainnya.

Tabel 1. Perbandingan antara Cyber Extension IPB dengan Cybex Lainnya


No.

Komponen

Cybex IPB

Cybex Lainnya

1.

Sumber pengetahuan bagi petani

  • Hasil riset IPB/pakar
  • Pengalaman petani
  • Penyuluh

Hanya dari penyuluh

2.

Validasi pengetahuan

  • Melalui riset
  • Divalidasi oleh panel pakar

Tidak ada

3.

Media komunikasi

  • Website
  • Mailing list
  • Twitter
  • Facebook closed group

Website

4.

Isi pengetahuan

Terkelompok berdasarkan komoditas, proses produksi, topik

Kurang terlihat pengelompokannya sehingga menyulitkan pencarian informasi oleh petani

5.

Komunitas

Ada aktivitas pendampingan di beberapa lokasi melalui kegiatan IGTF, KKP

Diserahkan kepada tiap penyuluh