topik

2020
Jun
24
Hama Tikus Sawah dan Rekomendasi Pengendaliannya
Oleh: IPB DIGITANI | Kategori: Topik | Topik: Kesehatan Tanaman, Hama dan Penyakit | Komoditas: Tanaman Pangan, Padi, Kedelai, Padi Organik

Tikus sawah menyerang semua fase tanaman padi. Tikus menyerang padi tidak semata-mata mengonsumsi tanamannya, namun hanya untuk mengurangi pertumbuhan gigi seri yang selalu tumbuh.

 

Gejala

 

Tikus menyerang pertanaman padi dengan memotong batang padi secara diagonal.  Umumnya, serangan terjadi pada bagian tengah hamparan tanaman padi. Dari jarak dekat, serangan tikus mirip dengan serangan keong mas dan orong-orong. Dalam skala hamparan, serangan tikus mirip dengan serangan penggerek batang padi. Perbedaannya adalah tikus biasa menyerang tanaman di bagian tengah lahan dengan menyisakan beberapa baris tanaman pinggir.

 

Penyebab

 

Nama umum: Tikus sawah (Rattus argentiventer)

Nama lokal: Beurit(sunda)

 

Bioekologi

 

1. Tikus sawah berbeda dengan tikus rumah. Tubuh bagian atas tikus sawah berwarna coklat kekuningan dan bagian bawah berwarna putih keabu-abuan. Panjang kepala sampai badan 13-23 cm dan ekor yang lebih pendek dari panjang tubuhnya.

2. Tikus betina siap kawin ketika berumur 1-1,5 bulan dan tikus jantan lebih lama yaitu 2-2,5 bulan. Tikus sawah memiliki kemampuan reproduksi yang tinggi. Perkembang biakan terjadi ketika padi memasuki masa generative. Masa bunting tikus berlangsung selama 21 hari dan mampu kawin kembali 48 jam setelah melahirkan.

3. Tikus merupakan hewan omnivore (pemakan segala). Tikus cenderung aktif pada malam hari (nocturnal), dan memiliki tingkatan hierarki. Tikus mempunyai kemampuan mengerat, menggali, berlari, melompat, memanjat, berenang, dan menyelam.

4. Ketika keberadaan pakan di alam semakin menipis, tikus dapat bersifat kanibal. Pada musim bera hanya tersisa 30% tikus di lahan persawahan, sisanya bermigrasi ke pemukiman maupun gudang pasca panen.

5. Puncak serangan tikus terjadi pada saat persemaian, rumpun padi sudah rapat, dan saat padi bunting.

 

 Faktor-faktor yang memengaruhi:

1. Penanaman padi tidak serentak dan terus menerus  sepanjang tahun

2. Berkurangnya musuh alami di alam seperti burung hantu dan garangan

3. Keberadaan tempat-tempat yang berpotensi menjadi sarang tikus. Misalnya tepian irigasi yang tidak terawat, pinggiran rel kereta api, dsb.

 

Rekomendasi Pengendalian

Kunci keberhasilan pengendalian tikus adalah mengurangi populasi di awal musim hingga sekecil mungkin. Cara-cara yang bisa dilakukan adalah:

1. Sanitasi lahan. Pembabatan semak di sekitar lahan dilakukan untuk mencegah tikus bersarang.

2. Pengumpanan, pemerangkapan, pengemposan, dan gropyokan paling tepat dilakukan sebelum musim tanam untuk mengurangi populasi awal.

3. Penanaman serempak serta tidak menanam padi terus menerus untuk memutus ketersediaan makanan.

4. Penggunaan TBS (Trap barrier system). TBS harus dikontrol secara rutin agar tinggi muka air tetap berada di atas permukaan tanah. TBS tidak efektif digunakan di daerah-daerah yang kekurangan air.

5. Musuh alami tikus yang potensial adalah burung hantu (Tyto alba) dan garangan (Herpestes javanicus).

6. Fumigasi atau pengemposan dilakukan jika serangan telah tinggi

 

Penulis

Lisa Bela Fitriani, SP

 

Anda harus Login untuk memberi Komentar

Daftar Komentar

05 Jul 2022 11:52:09 - LUKMAN

cara lain Untuk mengendalikan hama tikus coba pelihara Burung hantu dengan menyediakan tempat atau pagupon


Terpopuler

2014
Okt
25
cara untuk membesarkan umbi bawang merah
Oleh: andi prasetyo

assalamualikum, saya andi mahasiswa igtf pekalongan 2014. petani di desa curug muncar kec.petungkriyono kab.pekalongan, ingin menanyakan pertanyaan dari petani tentang - Selengkapnya

Dilihat (35298) Komentar (16)
2013
Des
18
budidaya pertanian organik tanaman tanpa memakai pupuk kimia dan pestisida kimia
Oleh: IPB DIGITANI

BUDIDAYA SAYURAN ORGANIK Pertanian organik adalah teknik budidaya tanaman tanpa memakai pupuk kimia dan pestisida kimia. Untuk meningkatkan keberhasilan budidaya sayuran organik, - Selengkapnya

Dilihat (28249) Komentar (3)
2015
Agu
12
penyakit kuning pada tanaman cabai
Oleh: Valiana Aprilleria

Assalamualaikum, Bapak/Ibu. Saya tim IGTF dari Magelang. Saya ingin bertanya mengenai penyebab penyakit kuning (daun kuning) pada tanaman cabai? Apakah - Selengkapnya

Dilihat (22653) Komentar (6)
2014
Jun
18
bagaimana cara penanggulangan hama burung pipit
Oleh: KIM Banjarjo Kota Tua

Kecamatan Padangan adalah salah satu Produsen Padi Terpenting diwilayah Kabupaten Bojonegoro bagian barat, luas sawah dikecamatan +/-  1000 hektar dan - Selengkapnya

Dilihat (20294) Komentar (4)
2014
Sep
17
daun padi menguning dan mati
Oleh: kim deru maju

Salam hormat. perkenalkan kami dari kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Deru maju dari Desa Deru Kecamatan Sumberrejo Kab. Bojonegoro Jatim. beberapa - Selengkapnya

Dilihat (19838) Komentar (8)

Berita

2020
Nov
13
ternak indonesia dilirik malaysia, jepang dan australia
Oleh: IPB DIGITANI

BOGOR -- Budi Susilo Setiawan, SPt, owner Mitra Tani Farm (Peternakan Domba Terpadu) berkesempatan membagi - Selengkapnya

Dilihat (929) Komentar (0)
2020
Okt
17
press conference - hari pangan sedunia dan launching indonesia food system summit 2021
Oleh: IPB DIGITANI

SIARAN PERS-KRKP-TANI CENTER LPPM IPB Saatnya Sistem Pangan yang berdaulat, adil dan resilien!   Bogor, 15 Oktober 2020 Peringatan - Selengkapnya

Dilihat (847) Komentar (0)
2020
Okt
16
webinar observasi & handling sampel hama dan penyakit tumbuhan dari lapangan
Oleh: IPB DIGITANI

Dalam rangka kegiatan identifikasi hama dan penyakit pada 4 koomoditas yaitu sirih, pinang, jambu mente, - Selengkapnya

Dilihat (831) Komentar (0)