topik

2020
Jun
08
Penantian Fajar, Lelah Lelap menuju Petang (Usaha Tani Jagung)
Oleh: IPB DIGITANI | Kategori: Topik | Topik: Pemasaran | Komoditas: Tanaman Pangan, Padi, Kedelai, Padi Organik, Hortikultura, Hortikultura Buah, Semangka, Pepaya, Jambu Kristal, Manggis, Melon, Buah Naga, Jeruk, Hortikultura Sayur, Tanaman Obat, Tanaman Anggrek

Sepertinya, belum ada yang mengalahkan indahnya semangat fajar ketika panen. Bagaimana tidak, penantian dengan penuh harap- harap cemas kurang lebih 4 bulan akhirnya membuahkan hasil. Tak seberapa memang, tapi kenyataannya mereka melanjutkan hidup dengan senyum yang penuh syukur. Berikut adalah ulasan mengenai usaha tani jagung salah satu narasumber yang berasal dari Lamongan Jawa Timur mulai dari pengolahan lahan hingga ke tengkulak.

Beliau berladang di lahan Perhutani dengan kapasitas tanam 7 Kg benih jagung. Penanaman jagung diawali dengan membasmi gulma. Berbagai merek herbisida dipasaran tentunya sangat menggiurkan karena harga yang sangat terjangkau jika dibandingkan dengan perlakuan terdahulu yang menggunakan traktor untuk membalik tanah sekaligus menghilangkan gulma. Perbandingan harganya pun sangat jauh, bisa mencapai 3 kali lipat. Pengunaan herbisida hanya menghabiskan sekitar Rp 150.000 saja. Efek negatif dari penggunaan herbisida dan kurangnya pengolahan tanah mungkin untuk saat ini dampaknya belum dirasakan oleh warga sekitar. Hal tersebut karena minimnya atau bahkan tidak ada pencerdasan baik dari penyuluh pertanian atau sumber lain. Setelah rumput mati, tahap selanjutnya ialah membuat lubang tanam atau kowak (bahasa jawa). Kowak biasanya dilakukan oleh warga atau sanak saudara sekitar rumah dengan biaya Rp 500.000. Penaburan kotoran ayam sebagai pupuk awal dilakukan 2 minggu sebelum tanam sebanyak 50 karung. Setiap karung dibandrol dengan harga Rp 7.000.

Bibit jagung per kilogram bervariasi menurut merek dan varietasnya, pemilik menggunakan bibit dengan harga Rp 80.000/Kg. Penggunaan varietas tergantung pengalaman dari musim tanam sebelumnya, tentunya petani lebih menyukai varietas dengan tongkol besar dan biji berat serta tahan hama dan penyakit tanaman. Tenaga penanam dilakukan oleh 6 orang perempuan dengan upah kerja Rp 35.000 per setengah hari kerja. Berbeda dengan upah pekerja laki-laki sebesar Rp 50.000, hal tersebut dikarenakan beban kerja yang lebih berat. Saat penanaman jagung, buruh laki-laki bertugas membuat lubang tanam (tugal: bahasa indonesia) atau dalam bahasa jawa disebut ngejek. Untuk bibit 7 Kg hanya membutuhkan 2 orang pekerja laki-laki saja.

Pemupukan dilakukan sebanyak 3 kali. Pemupukan pertama hingga ketiga berturut-turut 2, 3, dan 3 paket. 1 paket pupuk subsidi terdiri dari 2 karung NPK dan 2 karung Phoska, masing-masing dengan berat 50 Kg/karung. Harga 1 paket pupuk bersubsidi sebesar Rp 225.000. Pemupukan pertama dan kedua dilakukan secara mandiri karena tanaman jagung belum tinggi sehingga masih mudah untuk dilakuakan. Pemupukan ketiga dibantu oleh 2 orang buruh perempuan.

Diantara tahapan diatas, panen mungkin sangat menyenangkan namun tahap ini pula yang menguras tenaga cukup besar. Panen dilakukan oleh 15 buruh perempuan yang bertugas mengupas tongkol jagung dan 2 orang buruh laki-laki yang bertugas mengumpulkan jagung sekaligus menjadi tukang panggul. Setengah hari kerja setiap buruh perempuan diberi upah Rp 35.000 dan 1 ember jagung. Sementara itu buruh laki-laki diganjar sebesar Rp 70.000.  

Proses selanjutnya adalah pemipilan, dilakukan dengan menggunakan mesin yang disebut grantek (bahasa jawa) dengan ongkos Rp 50.000/ ton jagung. Tenaga dari proses ini dilakukan secara gotong royong atau bergantian dengan tetangga dan sanak saudara. Pemilik cukup menyediakan makanan ataupun minuman  saja. Dari keseluruhan proses dari persiapan lahan hingga pemipilan narasumber menyebutkan biaya konsumsi sekitar Rp 700.000. Jika dikalkulasi secara keseluruhan usaha tani jagung menghabiskan biaya sebesar Rp 5.275.000.

Hingga saat tulisan ini dibuat harga jagung kering panen tingkat tengkulak di daerah lamongan selatan Rp 2.500/Kg. Sehingga dari 4.080 Kg jagung kering panen, pemilik mengantongi Rp 10.200.000. Keuntungan bersih usaha tani jagung selama kurang lebih 4 bulan sebesar Rp 4.925.000. Sudah bersyukurkah kita hari ini? Kebahagiaan bukan hanya soal nominal. Cinta kasih untuk petani Indonesia.

 

Penulis :

Lisa Bela Fitriani, SP

 

Anda harus Login untuk memberi Komentar

Daftar Komentar

Komentar tidak ditemukan

Terpopuler

2014
Okt
25
cara untuk membesarkan umbi bawang merah
Oleh: andi prasetyo

assalamualikum, saya andi mahasiswa igtf pekalongan 2014. petani di desa curug muncar kec.petungkriyono kab.pekalongan, ingin menanyakan pertanyaan dari petani tentang - Selengkapnya

Dilihat (34987) Komentar (16)
2013
Des
18
budidaya pertanian organik tanaman tanpa memakai pupuk kimia dan pestisida kimia
Oleh: IPB DIGITANI

BUDIDAYA SAYURAN ORGANIK Pertanian organik adalah teknik budidaya tanaman tanpa memakai pupuk kimia dan pestisida kimia. Untuk meningkatkan keberhasilan budidaya sayuran organik, - Selengkapnya

Dilihat (27524) Komentar (3)
2015
Agu
12
penyakit kuning pada tanaman cabai
Oleh: Valiana Aprilleria

Assalamualaikum, Bapak/Ibu. Saya tim IGTF dari Magelang. Saya ingin bertanya mengenai penyebab penyakit kuning (daun kuning) pada tanaman cabai? Apakah - Selengkapnya

Dilihat (21116) Komentar (6)
2014
Jun
18
bagaimana cara penanggulangan hama burung pipit
Oleh: KIM Banjarjo Kota Tua

Kecamatan Padangan adalah salah satu Produsen Padi Terpenting diwilayah Kabupaten Bojonegoro bagian barat, luas sawah dikecamatan +/-  1000 hektar dan - Selengkapnya

Dilihat (19955) Komentar (4)
2014
Sep
17
daun padi menguning dan mati
Oleh: kim deru maju

Salam hormat. perkenalkan kami dari kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Deru maju dari Desa Deru Kecamatan Sumberrejo Kab. Bojonegoro Jatim. beberapa - Selengkapnya

Dilihat (18080) Komentar (8)

Berita

2020
Nov
13
ternak indonesia dilirik malaysia, jepang dan australia
Oleh: IPB DIGITANI

BOGOR -- Budi Susilo Setiawan, SPt, owner Mitra Tani Farm (Peternakan Domba Terpadu) berkesempatan membagi - Selengkapnya

Dilihat (832) Komentar (0)
2020
Okt
17
press conference - hari pangan sedunia dan launching indonesia food system summit 2021
Oleh: IPB DIGITANI

SIARAN PERS-KRKP-TANI CENTER LPPM IPB Saatnya Sistem Pangan yang berdaulat, adil dan resilien!   Bogor, 15 Oktober 2020 Peringatan - Selengkapnya

Dilihat (741) Komentar (0)
2020
Okt
16
webinar observasi & handling sampel hama dan penyakit tumbuhan dari lapangan
Oleh: IPB DIGITANI

Dalam rangka kegiatan identifikasi hama dan penyakit pada 4 koomoditas yaitu sirih, pinang, jambu mente, - Selengkapnya

Dilihat (707) Komentar (0)