topik

2013
Sep
04
Pentingnya Sertifikasi Tenaga Profesional Bidang Penyuluhan Pertanian
Oleh: Prof Dr Sumardjo | Kategori: Topik | Topik: Penyuluhan | Komoditas:

Mengapa standar kompetensi dibutuhkan? Standar Kompetensi dibutuhkan oleh beberapa lembaga / institusi yang berkaitan dengan pengembangan sumber daya manusia, sesuai dengan kebutuhan masing-masing (Dirjen DikDasMen, 2002: 28; Sumardjo, 2006):

Untuk institusi pendidikan dan pelatihan

  • Memberikan informasi untuk pengembangan program dan kurikulum
  • Sebagai acuan dalam penyelenggaraan pelatihan penilaian, sertifikasi

Untuk dunia usaha/industri dan penggunaan tenaga kerja

  • Membantu dalam rekrutmen
  • Membantu penilaian unjuk kerja
  • Dipakai untuk membuat uraian jabatan
  • Untuk mengembangkan program pelatihan yang spesifik berdasar kebutuhan dunia usaha/industri

Untuk institusi penyelenggara pengujian dan sertifikasi

  • Sebagai acuan dalam merumuskan paket-paket program sertifikasi sesuai dengan kulifikasi dan levelnya.
  • Sebagai acuan dalam penyelenggaraan pelatihan penilaian dan sertifikasi

Ketiadaan standar kompetensi profesi yang dinamis (berubah sejalan dengan tuntutan kebutuhan keahlian) telah menyebabkan penyusunan kurikulum pendidikan maupun pelatihan menjadi tidak terarah pada kebutuhan keahlian nyata di dunia kerja.  Akibatnya gejala inkonsistensi antara keahlian yang dimiliki oleh seseorang yang diperoleh melalui lembaga pendidikan maupun pelatihan dengan kebutuhan keahlian dalam bidang kerja/ usaha tampak semakin meluas.  Sebenarnya hal ini merupakan suatu gejala yang mengarah pada suatu kondisi ketidakefisiensienan yang semakin parah dan meluas dalam pengembangan kompetensi maupun daya saing bangsa, karena segenap sumberdaya telah dicurahkan untuk pendidikan dan pelatihan ternyata tidak memberikan manfaat yang maksimal bagi upaya menjawab tuntutan kebutuhan dunia kerja.

Mengingat sangat bervariasi kualitas kelembagaan pendidikan formal maupun kelembagaan pelatihan yang kini ada di pelosok tanah air telah menyebabkan bervariasi pula tingkat kompetensi yang dihasilkannya, bahkan sekalipun pada level pendidikan ataukah pelatihan yang sama dengan kurikulum yang tampak seolah sama.  Lembaga pendidikan formal seperti pendidikan tinggi dan sekolah menengah kejuruan, maupun lembaga pelatihan adalah lembaga yang menghasilkan dan mengembangkan kompetensi seseorang, tetapi bukanlah lembaga penjamin kompetensi profesi.     

Maknanya, terjadi fakta bahwa sertifikat lembaga pendidikan maupun lembaga pelatihan bukan merupakan jaminan kompetensi profesi, tetapi lebih merupakan suatu informasi atau simbol bahwa yang bersangkutan telah belajar atau dididik tentang suatu kompetensi profesi tertentu.  Jaminan kompetensi profesi diperoleh melalui uji kompetensi profesi oleh pihak yang netral (obyektif), tidak punya ikatan pengembangan kompetensi langsung kepada yang bersangkutan yang berpengaruh pada obyektivitas hasil uji kompetensi.  Oleh karena itu, diperlukan lembaga yang netral yang berfungsi menjamin kompetensi profesional seseorang, yang disebut lembaga sertifikasi profesi (LSP). 

LSP diperlukan untuk memberikan sertifikasi profesi berdasarkan standar kompetensi profesi yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.  Standar kompetensi profesi disusun oleh para pengguna tenaga profesional kompeten yang terwadahi dalam asosiasi profesi maupun para pakar terkait, khususnya yang bergerak dalam praktek profesi maupun para pengembang profesi.  

 

Anda harus Login untuk memberi Komentar

Daftar Komentar

01 Agu 2014 20:36:50 - YUSERIZA ANUGERAH LEKSANA

Sayang sekali, semenjak UU otoda diberlakukan, keberpihakan thdp penyuluh diragukan. Baik dari segi segi peningkatan kapasitasnya maupun kualitasnya. Penyuluh lebih banyak difungsikan sbg staf administratif dan pendamping kegiatan keproyekan semata, dengan melupakan filosofi dasarnya sbg agen pemberdayaan. Banyak aspirasi agar penyuluh kembali dikelola oleh pemerintah pusat.


Terpopuler

2014
Okt
25
cara untuk membesarkan umbi bawang merah
Oleh: andi prasetyo

assalamualikum, saya andi mahasiswa igtf pekalongan 2014. petani di desa curug muncar kec.petungkriyono kab.pekalongan, ingin menanyakan pertanyaan dari petani tentang - Selengkapnya

Dilihat (34333) Komentar (16)
2013
Des
18
budidaya pertanian organik tanaman tanpa memakai pupuk kimia dan pestisida kimia
Oleh: IPB DIGITANI

BUDIDAYA SAYURAN ORGANIK Pertanian organik adalah teknik budidaya tanaman tanpa memakai pupuk kimia dan pestisida kimia. Untuk meningkatkan keberhasilan budidaya sayuran organik, - Selengkapnya

Dilihat (26507) Komentar (3)
2014
Jun
18
bagaimana cara penanggulangan hama burung pipit
Oleh: KIM Banjarjo Kota Tua

Kecamatan Padangan adalah salah satu Produsen Padi Terpenting diwilayah Kabupaten Bojonegoro bagian barat, luas sawah dikecamatan +/-  1000 hektar dan - Selengkapnya

Dilihat (19273) Komentar (3)
2015
Agu
12
penyakit kuning pada tanaman cabai
Oleh: Valiana Aprilleria

Assalamualaikum, Bapak/Ibu. Saya tim IGTF dari Magelang. Saya ingin bertanya mengenai penyebab penyakit kuning (daun kuning) pada tanaman cabai? Apakah - Selengkapnya

Dilihat (19070) Komentar (6)
2014
Sep
17
daun padi menguning dan mati
Oleh: kim deru maju

Salam hormat. perkenalkan kami dari kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Deru maju dari Desa Deru Kecamatan Sumberrejo Kab. Bojonegoro Jatim. beberapa - Selengkapnya

Dilihat (15771) Komentar (8)

Berita

2020
Nov
13
ternak indonesia dilirik malaysia, jepang dan australia
Oleh: IPB DIGITANI

BOGOR -- Budi Susilo Setiawan, SPt, owner Mitra Tani Farm (Peternakan Domba Terpadu) berkesempatan membagi - Selengkapnya

Dilihat (506) Komentar (0)
2020
Okt
17
press conference - hari pangan sedunia dan launching indonesia food system summit 2021
Oleh: IPB DIGITANI

SIARAN PERS-KRKP-TANI CENTER LPPM IPB Saatnya Sistem Pangan yang berdaulat, adil dan resilien!   Bogor, 15 Oktober 2020 Peringatan - Selengkapnya

Dilihat (511) Komentar (0)
2020
Okt
16
webinar observasi & handling sampel hama dan penyakit tumbuhan dari lapangan
Oleh: IPB DIGITANI

Dalam rangka kegiatan identifikasi hama dan penyakit pada 4 koomoditas yaitu sirih, pinang, jambu mente, - Selengkapnya

Dilihat (489) Komentar (0)