komoditas

2020
Mei
18
Budidaya Caisin atau Pak Choi di Teras Rumah
Oleh: IPB DIGITANI | Kategori: Komoditas | Topik: Budidaya | Komoditas:

Teras rumah anda yang begitu indah dengan hiasan tanaman bunga berwarna- warni tentunya sangat menyejukkan hati, atau bahkan gersang tanpa sepucuk kehidupanpun? Ah sudahlah, tak ada gunanya hanya meratapi, jika kita mampu merubahnya. Bunga dengan berbagai warna saja bisa anda rawat dengan indah apalagi hanya menanam sayur, pasti sangat mudah bukan?. Kini saatnya meramaikan teras anda dengan berbagai tanaman, tak hanya bunga saja. Menanam sayur juga dapat menjadi prioritas yang sangat berguna untuk kemandirian pangan kita.

 

Banyak sekali jenis sayur yang sangat mudah untuk ditanam alias tidak rewel. Salah satunya Caisin atau Pak Choi. Kalau kalian asing dengan keduanya, anggap saja mereka sawi. Mari kita simak penjelasan singkat mengenai cara budidayanya. Mulai dari penyemaian hingga pemanenan.

 

Penyemaian

Penyemaian tanaman merupakan langkah yang sangat penting bagi keberlanjutan pekarangan kita ya, dengan menanam bibit yang sehat tentu harapan kedepannya tanaman kita juga senantiasa tumbuh sehat. Kunci keberhasilan dari menyemai adalah kesabaran. Sabar menunggu dan tentunya merawat benih tersebut hingga siap dipindah tanam. Penyemaian benih sayur untuk kebutuhan konsumsi sendiri sebaiknya dilakukan secara bertahap atau berjangka waktu, misalnya berjarak 1 minggu antara semai pertama dengan semai berikutnya. Dengan begitu tidak terjadi penumpukan hasil panen yang akhirnya tidak terkonsumsi secara optimal.

 

Penyemaian benih dilakukan dalam trai semai, biasanya dalam satu lembar trai semai berisi 72 lubang. Trai tersebut terbuat dari bahan plastik, yang tentunya dapat digunakan berulang kali. Setiap lubang dapat diisi 1 benih, agar pertumbuhan maksimal dan tentunya tidak berebut nutrisi. Selain trai semai, penyemaian juga dapat dilakukan dalam wadah bekas rak telur. Penyemaian juga dapat dilakuakan pada satu ukuran wadah yang besar tanpa sekat seperti dua contoh diatas. Namun bagi pemula akan sedikit sulit pada saat melakukan pindah tanam, jika tidak berhati- hati akar tanaman dapat putus. Media semai dapat dibuat sendiri untuk mengemat biaya. Artikel tentang media tanam telah kami jelaskan sebelumnya. Media semai atau tanam siap pakai biasanya juga tersedia di Toko pertanian, anda dapat membeli saja jika tidak ingin terlalu repot. Umur bibit sawi hingga siap pindah tanam ke polybag yang lebih besar sekitar 2 minggu setelah semai. Harus segera dipindah ya, agar tanaman bisa tumbuh lebih leluasa. Benih Caisin maupun Pak Choi dapat diperoleh di Toko pertanian di sekitar anda ataupun di Online store. Berikut tahapan penyemaian:

1. Mengisi trai semai dengan media tanam

2. Setiap satu lubang trai disi atau ditanam 1 benih dengan kedalaman ±1 cm.

3. Benih yang telah ditanam dalam trai selanjutnya ditutup dengan menggunakan plastik atau daun pisang selama satu malam atau lebih dengan tujuan untuk memberi ruang gelap yang berfungsi untuk memecah dormansi benih

4. Segera singkirkan penutup dan letakkan dibawah matahari pada hari berikutnya jika sudah terlihat kulit benih telah pecah dan muncul sedikit akar

5. Siram persemaian pada pagi atau sore hari dengan air secukupya, tidak terlalu becek ataupun terlalu kering

6. Tunggu hingga 2 minggu untuk pindah tanam ke polybag yang lebih besar

 

Penanaman dan Pemeliharaan

Penanaman kedalam media tanam yang lebih besar dilakukan setelah bibit berumur 2 minggu setelah semai. Pemindahan tanam dilakukan pada pagi atau sore hari untuk meminimalisir stress tanaman karena perbedaan lingkungan. Tanaman dipindah dengan mengambil bibit sekaligus tanah dalam trai semai dengan cara memencet bagian bawah trai atau bagaimanapun sesuai kemudahan anda. Penyiraman dilakukan setiap pagi atau sore hari. Penyiangan gulma dilakukan setiap saat untuk mengurangi kompetisi nutrisi. Pemanenan dapat dilakukan setelah 5 minggu setelah tanam atau sesuai kebutuhan.

Pemenuhan nutrisi dapat dilakukan 2 minggu setelah pindah tanam dengan menggunakan kompos, pupuk kandang ataupun NPK. Dosis NPK dapat dilihat pada anjuran penggunaan pada masing- masing merek. Dengan mempertimbangkan pengurangan penggunaan senyawa kimia sintetik, sangat dianjurkan untuk menggunakan yang alami saja, seperti pupuk kandang ataupun kompos. Penggunaan pupuk kandang atau kompos biasanya ditambahkan sebelum tanam dengan cara mencampurkan dengan media tanam lainnya, perbandingan 1:1. Alternatif lainnya, seperti yang diungkapkan oleh Tiwerty (2014) bahwa penyiraman air kelapa setiap seminggu sekali dengan volume 250 ml mampu meningkatkan tinggi dan jumlah daun tanaman sawi.

 

Hama dan Penyakit

Hama yang sering dijumpai pada tanaman sawi atau family Brassicaceae diantaranya ulat grayak (Spodoptura litura), Crocidolomia binotalis, belalang, atau kutu daun. Dalam sekala kecil atau pekarangan pengendalian hama tersebut masih dapat dilakukan secara manual dengan menyingkirkan atau menjauhkan dari tanaman kita.

Media semai maupun tanam mengandung banyak sekali mikrob, ada yang baik dan adapula yang dapat menjadi patogen bagi tanaman kita. Salah satu patongen tular tanam, misalnya Pythium sp. yang dapat menyebabkan rebah kecambah dengan gejala busuk pada pangkal batang. Media tanam yang memiliki riwayat terpapar oleh patogen tersebut sebaiknya tidak digunakan pada musim tanam berikutnya. Plasmodiophora brassica penyebab penyakit akar gada, gejala awal berupa bintil pada akar. Hal tersebut dapat menganggu penyerapan hara dan mineral pada tanaman sawi. Patogen tersebut memiliki struktur bertahan dalam tanah yang dapat bertahan dalam jangka waktu yang sangat lama. Sehingga disarankan menggunakan media semai yang telah terinfestasi patgen tersebut untuk menanan komoditas lain selain sawi.

Selamat menikmati ind*mie dengan sayur hasil tanam sendiri.

 

Penulis :

Lisa Bela Fitriani, SP

 

Sumber :

Tiwerty RR. 2014. Pengaruh penggunaan air kelapa (Cocos nucifera) terhadap pertumbuhan tanaman sawi (Brassica juncea L.). Biopendix. 1(1): 86-94.

 

Anda harus Login untuk memberi Komentar

Daftar Komentar

Komentar tidak ditemukan

Terpopuler

2014
Okt
25
cara untuk membesarkan umbi bawang merah
Oleh: andi prasetyo

assalamualikum, saya andi mahasiswa igtf pekalongan 2014. petani di desa curug muncar kec.petungkriyono kab.pekalongan, ingin menanyakan pertanyaan dari petani tentang - Selengkapnya

Dilihat (34024) Komentar (16)
2013
Des
18
budidaya pertanian organik tanaman tanpa memakai pupuk kimia dan pestisida kimia
Oleh: IPB DIGITANI

BUDIDAYA SAYURAN ORGANIK Pertanian organik adalah teknik budidaya tanaman tanpa memakai pupuk kimia dan pestisida kimia. Untuk meningkatkan keberhasilan budidaya sayuran organik, - Selengkapnya

Dilihat (26120) Komentar (3)
2014
Jun
18
bagaimana cara penanggulangan hama burung pipit
Oleh: KIM Banjarjo Kota Tua

Kecamatan Padangan adalah salah satu Produsen Padi Terpenting diwilayah Kabupaten Bojonegoro bagian barat, luas sawah dikecamatan +/-  1000 hektar dan - Selengkapnya

Dilihat (19041) Komentar (3)
2015
Agu
12
penyakit kuning pada tanaman cabai
Oleh: Valiana Aprilleria

Assalamualaikum, Bapak/Ibu. Saya tim IGTF dari Magelang. Saya ingin bertanya mengenai penyebab penyakit kuning (daun kuning) pada tanaman cabai? Apakah - Selengkapnya

Dilihat (18191) Komentar (6)
2014
Sep
17
daun padi menguning dan mati
Oleh: kim deru maju

Salam hormat. perkenalkan kami dari kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Deru maju dari Desa Deru Kecamatan Sumberrejo Kab. Bojonegoro Jatim. beberapa - Selengkapnya

Dilihat (14437) Komentar (8)

Berita

2020
Nov
13
ternak indonesia dilirik malaysia, jepang dan australia
Oleh: IPB DIGITANI

BOGOR -- Budi Susilo Setiawan, SPt, owner Mitra Tani Farm (Peternakan Domba Terpadu) berkesempatan membagi - Selengkapnya

Dilihat (427) Komentar (0)
2020
Okt
17
press conference - hari pangan sedunia dan launching indonesia food system summit 2021
Oleh: IPB DIGITANI

SIARAN PERS-KRKP-TANI CENTER LPPM IPB Saatnya Sistem Pangan yang berdaulat, adil dan resilien!   Bogor, 15 Oktober 2020 Peringatan - Selengkapnya

Dilihat (443) Komentar (0)
2020
Okt
16
webinar observasi & handling sampel hama dan penyakit tumbuhan dari lapangan
Oleh: IPB DIGITANI

Dalam rangka kegiatan identifikasi hama dan penyakit pada 4 koomoditas yaitu sirih, pinang, jambu mente, - Selengkapnya

Dilihat (422) Komentar (0)