komoditas

2019
Des
02
BELAJAR TANAM SORGUM “ALA MAMA” SUMBA TIMUR
Oleh: IPB DIGITANI | Kategori: Komoditas | Topik: Budidaya | Komoditas: Tanaman Pangan

Sorgum adalah tanaman pangan penting di daerah kering dan semi-arid seperti di Afrika dan Asia, dimana sorgum dapat tumbuh dengan baik di bawah kondisi iklim yang keras di lahan marjinal yang tingkat kesuburannya cukup rendah.  Selain fungsinya sebagai pangan lokal, terutama untuk di negara-negara berkembang, juga digunakan untuk pakan ternak, dan yang terakhir digunakan untuk bioenergy. Sorgum adalah makanan pokok bagi lebih dari 500 juta orang. Sorgum sebagian besar untuk dikonsumsi (55%), dijadikan roti pipih dan bubur di beberapa negara di Asia dan Afrika (Prasad & Staggenborg 2010).

Beragamnya antioksidan, unsur mineral terutama Fe, serat, oligosakarida, dan β-glukan termasuk komponen karbohidrat nonstarch polysakarida (NSP) yang terkandung dalam biji sorgum menjadikannya potensial sebagai sumber pangan fungsional. Keunikan sorgum adalah adanya tanin dan asam fitat yang mengangkat kontroversi negatif dan positif terhadap kesehatan. Sifat antioksidan tanin lebih tinggi daripada vitamin E dan C, demikian juga antioksidan antosianin sorgum lebih stabil. Unsur pangan fungsional yang mengandung komponen bioaktif memberikan efek fisiologis multifungsi bagi tubuh, termasuk memperkuat daya tahan tubuh, mengatur ritme kondisi fisik, memperlambat penuaan, dan membantu pencegahan penyakit degeneratif (Suarni 2012).

Tanaman sorgum telah lama dikenal di Indonesia dengan penyebutan yang berbeda-beda di setiap daerah. Di Sumba Timur sendiri, sorgum disebut dengan “jagung rote”. Daerah semi-arid seperti Sumba Timur adalah daerah yang cukup potensial untuk pengembangan dan budidaya sorgum. Budidaya sorgum pada umumnya dimulai dari pemilihan varietas, penyiapan benih, waktu tanam, penyiapan lahan, penanaman, pemupukan, pemeliharaan, pengendalian hama dan penyakit, dan penanganan hasil panen (Tabri & Zubachtirodin 2016).

Hal yang sama juga dilakukan oleh para mama petani di Sumba Timur. Mulai dari pemilihan varietas sampai ke pasca panen. Yang menarik adalah semua proses dari awal dilakukan berdasarkan pengetahuan turun-temurun dari nenek moyang. Lebih memilih pengetahuan warisan daripada cara baru, karena cara warisan sudah terbukti dan dilakukan oleh orang tua terdahulu. Berikut adalah langkah-langkah tanam sorgum yang biasa dilakukan mama petani sumba timur.

Langkah pertama, pemilihan varietas. Varietas yang digunakan adalah varietas lokal. Ada 3 jenis sorgum yang sering ditanam oleh mama, yaitu sorgum merah, sorgum putih, dan sorgum hitam.

Langkah kedua, penyiapan benih. Benih yang akan digunakan disiapkan sesuai kebutuhan luas tanam. Tidak ada perlakuan khusus dalam penyiapan benih. Benih langsung diambil dari tempat penyimpanan saat lubang tanam sudah siap.

Langkah ketiga, penentuan waktu tanam. Sorgum ditanam awal musim hujan. Biasanya awal bulan Desember, dan tergantung bagaimana tingkat curah hujan. Jika hujan turun berturut-turut selama beberapa hari, artinya sorgum sudah bisa ditanam. Jika ditanam di luar musim hujan, tanaman akan kerdil, pertumbuhan tidak akan baik.

Langkah keempat, penyiapan lahan. Lahan untuk tanam sorgum tidak dalam perlakuan khusus. Tegalan biasa di sekitaran rumah sudah bisa membuat tanaman sorgum tumbuh dengan baik. Hanya dilakukan pembersihan lahan dan penyebaran abu sisa-sisa pembakaran di lahan.

Langkah kelima, penanaman. Sorgum ditanam seperti menanam jagung, yaitu membuat lubang tanam menggunakan tugal. Mama disini menyebutnya dengan istilah Ku’ja, artinya membuat lubang tanam. Satu lubang tanam diisi 3-5 butir benih untuk sorgum merah dan putih, sedangkan sejumput ibu jari dan jari telunjuk untuk sorgum hitam, karena sorgum hitam berukuran lebih kecil. Tidak ada penambahan apapun pada benih maupun lubang tanam. Jarak tanam yaitu 1x1 meter.

Langkah keenam, pemupukan. Pupuk yang sering digunakan adalah pupuk kandang yang diambil dari kandang ternak sendiri, yaitu kotoran kambing dan terkadang kotoran babi.Hanya dilakukan satu kali dalam satu musim tanam, itupun kalau sempat. Takaran untuk pemberian pupuk menggunakan tempurung kelapa. Satu tempurung kelapa untuk satu lubang tanam.

Langkah ketujuh, pemeliharaan. Pemeliharaan hanya dilakukan penggemburan tanah dan penyiangan saat tanaman berumur 2-3 minggu setelah tanam. Jika penyiangan terlambat dilakukan, maka tanaman sorgum tidak akan tumbuh dengan baik karena kalah bersaing dengan gulma.

Langkah kedelapan, pengendalian hama dan penyakit. Pengendalian hama dan penyakit hampir tidak pernah dilakukan, karena selama bertanam tidak ada hama dan penyakit yang menyerang tanaman sorgum. Masalah utama tanaman sorgum adalah burung.

Langkah kesembilan, pasca panen. Panen dilakukan saat tanaman sorgum sudah berusia 6-7 bulan. Setelah dipanen, sorgum dijemur 3 hari sampai satu minggu. Untuk kebutuhan konsumsi dan pakan ternak, bulir-bulir sorgum dipisahkan dari tangkainya dengan cara dipukul perlahan-lahan dengan kayu, dibersihkan dari kulit-kulit yang terkelupas dan sampah lainnya, kemudian disimpan dalam karung. Untuk kebutuhan benih, bulir sorgum tetap dibiarkan menyatu dengan tangkai kemudian disimpan dengan cara digantung di atap-atap rumah.

 

Penulis: Yuliyana

Koalisi Rakyat untuk Kedaulatan Pangan

 

Gambar Terkait:

WhatsApp_Image_2019-12-04_at_20.36_.29_(1)_.jpg WhatsApp_Image_2019-12-04_at_20.36_.29_.jpg WhatsApp_Image_2019-12-04_at_20.36_.34_(1)_.jpg WhatsApp_Image_2019-12-04_at_20.36_.34_.jpg

Anda harus Login untuk memberi Komentar

Daftar Komentar

20 Des 2019 10:48:12 - AMIN ELHAN

artikel sangat bermanfaat


12 Des 2019 09:41:07 - AHMAD TITO PRABOWO

mantap


Terpopuler

2014
Okt
25
cara untuk membesarkan umbi bawang merah
Oleh: andi prasetyo

assalamualikum, saya andi mahasiswa igtf pekalongan 2014. petani di desa curug muncar kec.petungkriyono kab.pekalongan, ingin menanyakan pertanyaan dari petani tentang - Selengkapnya

Dilihat (34025) Komentar (16)
2013
Des
18
budidaya pertanian organik tanaman tanpa memakai pupuk kimia dan pestisida kimia
Oleh: IPB DIGITANI

BUDIDAYA SAYURAN ORGANIK Pertanian organik adalah teknik budidaya tanaman tanpa memakai pupuk kimia dan pestisida kimia. Untuk meningkatkan keberhasilan budidaya sayuran organik, - Selengkapnya

Dilihat (26120) Komentar (3)
2014
Jun
18
bagaimana cara penanggulangan hama burung pipit
Oleh: KIM Banjarjo Kota Tua

Kecamatan Padangan adalah salah satu Produsen Padi Terpenting diwilayah Kabupaten Bojonegoro bagian barat, luas sawah dikecamatan +/-  1000 hektar dan - Selengkapnya

Dilihat (19041) Komentar (3)
2015
Agu
12
penyakit kuning pada tanaman cabai
Oleh: Valiana Aprilleria

Assalamualaikum, Bapak/Ibu. Saya tim IGTF dari Magelang. Saya ingin bertanya mengenai penyebab penyakit kuning (daun kuning) pada tanaman cabai? Apakah - Selengkapnya

Dilihat (18192) Komentar (6)
2014
Sep
17
daun padi menguning dan mati
Oleh: kim deru maju

Salam hormat. perkenalkan kami dari kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Deru maju dari Desa Deru Kecamatan Sumberrejo Kab. Bojonegoro Jatim. beberapa - Selengkapnya

Dilihat (14438) Komentar (8)

Berita

2020
Nov
13
ternak indonesia dilirik malaysia, jepang dan australia
Oleh: IPB DIGITANI

BOGOR -- Budi Susilo Setiawan, SPt, owner Mitra Tani Farm (Peternakan Domba Terpadu) berkesempatan membagi - Selengkapnya

Dilihat (427) Komentar (0)
2020
Okt
17
press conference - hari pangan sedunia dan launching indonesia food system summit 2021
Oleh: IPB DIGITANI

SIARAN PERS-KRKP-TANI CENTER LPPM IPB Saatnya Sistem Pangan yang berdaulat, adil dan resilien!   Bogor, 15 Oktober 2020 Peringatan - Selengkapnya

Dilihat (445) Komentar (0)
2020
Okt
16
webinar observasi & handling sampel hama dan penyakit tumbuhan dari lapangan
Oleh: IPB DIGITANI

Dalam rangka kegiatan identifikasi hama dan penyakit pada 4 koomoditas yaitu sirih, pinang, jambu mente, - Selengkapnya

Dilihat (422) Komentar (0)