diskusi

2019
Jul
04
Bagaimana cara membuat pestisida nabati ataupun cara lain untuk mengendalikan penggerak batang/sundep/beluk?
Oleh: IPB DIGITANI | Kategori: Diskusi | Topik: Kesehatan Tanaman, Hama dan Penyakit | Komoditas: Tanaman Pangan, Padi

Nama : Wiwil Sinora AGH 53

Lokasi : Desa Mrayun, Kec Sale, Kabupaten Rembang

Pertanyaan : Saya disini ingin berkonsultasi dengan bapak terkait Sundep dan beluk yang menyerang padi di desa Mrayun, kec sale rembang pak. Masyarakat disini memiliki pola tanam yang cukup jelek pak, lahan selalu ditanam padi pak dan mereka enggan untuk menggantinya dengan tanaman lain seperti palawija, jagung dan sebagainya pak. Karena padi itu sendiri sebagian besar adalah untuk pangan mereka pak. Hanya sebagian kecil yang dijual jika panennya berlebih pak. Kepemilikan lahan petani disini rata-rata 0,25 ha pak. Ketika musim hujan hama terkaddang sampai kerumah warga pak. Penggunaan pestisida disini ada jika yang punya lahan memiliki iaya pak begitu juga dengan pemakaian pupuk pak. Sedangkan untuk PH tanah agak rendah pak (saya belum sempat cek karena alatnya tadi belum ada pak) sawah di desa ini rata-rata sudah menggunakan sistem irigasi Pak. Mereka tanam ga serempak pak, karena mungkin faktor kepemilikan jadi lahannya dimiliki oleh banyak kepala keluarga pak. Petani disini nanem nya 3 kali setahun. Kondisi air baik, karena kebetulan di desa dekat sumber air.

Tadi saya sudah sempat konsultasi dengan penyuluh pertanian disini pak, beliau menyarankan saya untuk memberikan pelatihan pembuatan pestisida naati pak, dan saya berencana ingin menyampaikan penyuluhan pertanian terkait pengendalian hama terpadu serta demonstrasi pembuatan pestisida nabati pak. Tapi karna ilmu saya masih minim saya ingin mendengar masukan dari bapak. Mohon penjelasan seluk beluk pestisida nabati ataupun cara untuk mengendalikan penggerak batang/sundep/beluk?

 

Anda harus Login untuk memberi Komentar

Daftar Komentar

04 Jul 2019 11:06:23 - IPB DIGITANI

Narasumber : Bonjok Istiaji, S.P., M.Si

 

Berbicara soal penggerak batang. Sawah itu, adalah contoh agroekosistem (pertanaman) yang sudah stabil. Artinya, komponen-komponen hayati dan fisik didalamnya sudah sedemikian seimbang sehingga tahan terhadap gangguan dari luar atau kalaupun terganggu bisa cepat pulih. Itu normalnya, tapi kalau keseimbangannya rusaak, yang timbul adalah hama. Tergantung kodisi musim saja, kalau lembab basah ya wereng, agak ekering sedikit kresek, lebih ering lagi penggerek batang, lalu blas, tikus dst

Artinya, cara pengendaliannya perlu 2 hal :

  1. Mengembalikan keseimbangan pertanaman padi (langkah-langkahnya ccari di slide pengantar KKN tentang pht biointensif)
  2. Penangangan khusus tentang penggerek batang padi.

    Terkait langkah ke-2 ini cara yang paling efektif hingga saat ini adalah pengumpulan kelompok telur di pesemaian dan pembuatan bumbung/botol parasitoid. Tapi cara ini tidak banyak berguna kalau langkah 1-nya tidak dilakukan. Ibarat minum obat flu tetapi tidak mau hidup sehat, begitulah.

Semoga paham, karena dasar ilmunya aku yakin kamu sudah punya.

Tentang pestisida nabati, sebenarnya petani sudah coba-coba sendiri, bahan-bahan alam yang biasa digunakan kam bisaa googling sendiri. Hanya saja ada perlu diingatkan yaitu:

  1. Petani suka mencampuradukkan teknologi pestisida nabati (bahan-bahan alami mengandung racun) dengan teknologi fermentasi mikrobial (gula, tetes tebu, kompos cair, dll) itu ibarat mencampur kopi dan bakso. Enak kalau terpisah, enek kalau dicampur. Racun vs nyawa, bayangkan sendiri.
  2. Apapun hasilnya, sebaiknya benar-benar diamati daya bunuhnya. Mahasiswa bisa bantu. Ambil/pelihara hama/penyaakit sasarannya, semprotkan, amati banyak ramuan petani sebenernya Cuma menyuburkan, semacam pupuk daun (ada gambar)

Penyakit sasarannya semprotkan, amati, banyak ramuan petani sebenarnya Cuma menyuburkan, semacam pupuk daun saja. Tapi itupun sudah bagus. Hanya kalau mau benar-benar tahu keefektifannya ya perlu diuji.


Terpopuler

2014
Okt
25
cara untuk membesarkan umbi bawang merah
Oleh: andi prasetyo

assalamualikum, saya andi mahasiswa igtf pekalongan 2014. petani di desa curug muncar kec.petungkriyono kab.pekalongan, ingin menanyakan pertanyaan dari petani tentang - Selengkapnya

Dilihat (34681) Komentar (16)
2013
Des
18
budidaya pertanian organik tanaman tanpa memakai pupuk kimia dan pestisida kimia
Oleh: IPB DIGITANI

BUDIDAYA SAYURAN ORGANIK Pertanian organik adalah teknik budidaya tanaman tanpa memakai pupuk kimia dan pestisida kimia. Untuk meningkatkan keberhasilan budidaya sayuran organik, - Selengkapnya

Dilihat (27013) Komentar (3)
2015
Agu
12
penyakit kuning pada tanaman cabai
Oleh: Valiana Aprilleria

Assalamualaikum, Bapak/Ibu. Saya tim IGTF dari Magelang. Saya ingin bertanya mengenai penyebab penyakit kuning (daun kuning) pada tanaman cabai? Apakah - Selengkapnya

Dilihat (20135) Komentar (6)
2014
Jun
18
bagaimana cara penanggulangan hama burung pipit
Oleh: KIM Banjarjo Kota Tua

Kecamatan Padangan adalah salah satu Produsen Padi Terpenting diwilayah Kabupaten Bojonegoro bagian barat, luas sawah dikecamatan +/-  1000 hektar dan - Selengkapnya

Dilihat (19589) Komentar (3)
2014
Sep
17
daun padi menguning dan mati
Oleh: kim deru maju

Salam hormat. perkenalkan kami dari kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Deru maju dari Desa Deru Kecamatan Sumberrejo Kab. Bojonegoro Jatim. beberapa - Selengkapnya

Dilihat (17297) Komentar (8)

Berita

2020
Nov
13
ternak indonesia dilirik malaysia, jepang dan australia
Oleh: IPB DIGITANI

BOGOR -- Budi Susilo Setiawan, SPt, owner Mitra Tani Farm (Peternakan Domba Terpadu) berkesempatan membagi - Selengkapnya

Dilihat (612) Komentar (0)
2020
Okt
17
press conference - hari pangan sedunia dan launching indonesia food system summit 2021
Oleh: IPB DIGITANI

SIARAN PERS-KRKP-TANI CENTER LPPM IPB Saatnya Sistem Pangan yang berdaulat, adil dan resilien!   Bogor, 15 Oktober 2020 Peringatan - Selengkapnya

Dilihat (602) Komentar (0)
2020
Okt
16
webinar observasi & handling sampel hama dan penyakit tumbuhan dari lapangan
Oleh: IPB DIGITANI

Dalam rangka kegiatan identifikasi hama dan penyakit pada 4 koomoditas yaitu sirih, pinang, jambu mente, - Selengkapnya

Dilihat (596) Komentar (0)