diskusi

2017
Mar
11
Kematian Pohon Pete Akibat Campuran Terasi
Oleh: Weni Handayani | Kategori: Diskusi | Topik: | Komoditas: Hortikultura, Hortikultura Buah, Semangka, Pepaya, Jambu Kristal, Manggis, Melon, Buah Naga, Jeruk, Hortikultura Sayur, Tanaman Obat, Tanaman Anggrek

Pertanyaan IPB Cyber Extension (Cybex)
Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat – IPB
Narasumber: Dr Ir Abdjad Asih Nawangsih

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Pertanyaan
(R Sharah Rukman Fahyuni) Di daerah Pati, menurut petani padinya itu bagus karena pemakaian pestisida yang oplosan (campuran). kemudian di daerah Jepara pemakaian pestisida hanya decis, tetapi padinya tidak terlalu bagus. Apakah oplosan (campuran) berarti disarankan atau tidak? Kemudian untuk jenis yang bisa dicampurkan/dijadikan oplosan itu biasanya apa saja? 

Kemudian ada kasus, terdapat kepercayaan di daerah Kelet yang menganggap pohon pete diberikan terasi itu dapat menjadi lebih baik. Tapi ternyata menyebabkan tanamannya mati. Namun, dalam pembuatan PGPR manual menggunakan terasi juga. Kira-kira apakah akan menyebabkan mati pada tanaman pete juga?  Dan apakah PGPR itu hanya efektif untuk tanaman tahunan saja atau bagaimana?

 

Anda harus Login untuk memberi Komentar

Daftar Komentar

14 Mar 2017 20:16:29 - IPB DIGITANI

Narasumber: Dr Ir Abdjad Asih Nawangsih

Jawaban:
Pestisida yang beredar di pasaran biasanya merupakan ramuan dari beberapa bahan. Salah satu bahan yang memang diandalkan menekan penyakit disebut “bahan aktif” dan bahan lain yang melengkapi disebut “bahan pembawa”.  Beberapa pestisida sebetulnya ada juga yang bahan aktifnya merupakan campuran dua atau 3 bahan aktif dengan ukuran atau persentase tertentu. Bahan aktif campuran tersebut oleh perusahaan dan oleh Komisi Pestisida sudah diuji di laboratorium dan di lapangan, tidak menimbulkan efek negative terhadap tanaman dan tetap efektif terhadap patogen (penyebab penyakit).

Kalau kita mencampur dua/lebih bahan aktif dari dua/lebih merek dagang pestisida yang belum diketahui efeknya, kemungkinan yang bisa terjadi adalah: lebih manjur karena bahan aktifnya saling mendukung, pengaruhnya sama saja dengan yang tidak dicampur karena cara kerjanya berbeda, atau justru menjadi tidak efektif karena saling berlawanan reaksinya, misalnya setelah dicampur terjadi penggumpalan, dll.  Kalau pestisida yang kita campur kebetulan yang saling mendukung maka hasilnya akan bagus. Selain itu, dua atau lebih pestisida walaupun masing-masing sesuai jumlah yang dianjurkan, tetapi kalau dicampur sekaligus dalam satu alat semprot dengan volume air yang sama, maka konsentrasi bahan aktifnya menjadi dua kali lipat sehingga kemungkinan dapat menyebabkan over dosis.

Untuk kasus yang di Jepara, perlu dilihat juga apakah dosis yang digunakan sudah sesuai anjuran. Juga pemupukan dan cara budidaya yang lain.  Pemberian pestisida walaupun satu jenis tetapi kalau jumlah yang disemprotkan melebihi anjuran juga dapat menghambat pertumbuhan tanaman karena tanaman dapat mengalami keracunan (over dosis). Bahan aktif yang sudah dinyatakan bisa dicampur misalnya: difenokonazol + azoksistrobin, metiram + piraklostrobin, dll.  Tetapi perbandingan/persentasenya harus tepat juga. Terasi sebetulnya yang dimanfaatkan adalah senyawa kitin yang diharapkan dapat menjadi sumber nutrisi untuk bakteri bermanfaat.  Bakteri bermanfaat tersebut kemudian mengeluarkan enzim perombak kitin yang juga dapat menghancurkan sel jamur/cendawan yang menyerang tanaman pete.

Tetapi, pemberian nutrisi kepada tanaman juga ada ukurannya. Kalau pemberiannya sedikit atau dalam jumlah yang tepat akan bermanfaat. Tetapi kalau berlebihan juga akan menimbulkan sakit pada tanaman. Seperti kalau kita makan nasi satu piring, kenyang, sehat. Tetapi kalau sekaligus makan satu bakul maka perut kita akan sakit. Terasi mengandung garam. Kalau diberikan dalam jumlah banyak, maka kemungkinan garamnya juga dapat mengganggu tanaman. Untuk pembuatan formula PGPR yang diberi terasi, konsentrasinya harus dicoba terlebih dahulu agar tidak mengganggu tanamannya.  Beberapa sumber menggunakan 200g trasi untuk 10 liter air.  PGPR tidak hanya untuk tanaman tahunan. Tanaman semusim, misalnya sayuran, juga dapat diberi PGPR. PGPR juga banyak yang diisolasinya dari tanaman semusim (sayuran, rumput, dll.).    

 


Terpopuler

2014
Okt
25
cara untuk membesarkan umbi bawang merah
Oleh: andi prasetyo

assalamualikum, saya andi mahasiswa igtf pekalongan 2014. petani di desa curug muncar kec.petungkriyono kab.pekalongan, ingin menanyakan pertanyaan dari petani tentang - Selengkapnya

Dilihat (34747) Komentar (16)
2013
Des
18
budidaya pertanian organik tanaman tanpa memakai pupuk kimia dan pestisida kimia
Oleh: IPB DIGITANI

BUDIDAYA SAYURAN ORGANIK Pertanian organik adalah teknik budidaya tanaman tanpa memakai pupuk kimia dan pestisida kimia. Untuk meningkatkan keberhasilan budidaya sayuran organik, - Selengkapnya

Dilihat (27140) Komentar (3)
2015
Agu
12
penyakit kuning pada tanaman cabai
Oleh: Valiana Aprilleria

Assalamualaikum, Bapak/Ibu. Saya tim IGTF dari Magelang. Saya ingin bertanya mengenai penyebab penyakit kuning (daun kuning) pada tanaman cabai? Apakah - Selengkapnya

Dilihat (20390) Komentar (6)
2014
Jun
18
bagaimana cara penanggulangan hama burung pipit
Oleh: KIM Banjarjo Kota Tua

Kecamatan Padangan adalah salah satu Produsen Padi Terpenting diwilayah Kabupaten Bojonegoro bagian barat, luas sawah dikecamatan +/-  1000 hektar dan - Selengkapnya

Dilihat (19643) Komentar (3)
2014
Sep
17
daun padi menguning dan mati
Oleh: kim deru maju

Salam hormat. perkenalkan kami dari kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Deru maju dari Desa Deru Kecamatan Sumberrejo Kab. Bojonegoro Jatim. beberapa - Selengkapnya

Dilihat (17518) Komentar (8)

Berita

2020
Nov
13
ternak indonesia dilirik malaysia, jepang dan australia
Oleh: IPB DIGITANI

BOGOR -- Budi Susilo Setiawan, SPt, owner Mitra Tani Farm (Peternakan Domba Terpadu) berkesempatan membagi - Selengkapnya

Dilihat (639) Komentar (0)
2020
Okt
17
press conference - hari pangan sedunia dan launching indonesia food system summit 2021
Oleh: IPB DIGITANI

SIARAN PERS-KRKP-TANI CENTER LPPM IPB Saatnya Sistem Pangan yang berdaulat, adil dan resilien!   Bogor, 15 Oktober 2020 Peringatan - Selengkapnya

Dilihat (638) Komentar (0)
2020
Okt
16
webinar observasi & handling sampel hama dan penyakit tumbuhan dari lapangan
Oleh: IPB DIGITANI

Dalam rangka kegiatan identifikasi hama dan penyakit pada 4 koomoditas yaitu sirih, pinang, jambu mente, - Selengkapnya

Dilihat (620) Komentar (0)