diskusi

2016
Agu
09
Bagaimana cara penanganan sapi yang keracunan urea yang digembalakan di perkebunan sawit?
Oleh: sopia septiani | Kategori: Diskusi | Topik: | Komoditas: Peternakan, Inseminasi Buatan Sapi Perah, Produk Pakan Herbal, Produk Pakan Ternak (Indigofera), Pemuliaan Ternak, Teknologi Pakan, Produk Daging, Produk Ternak Halal, SPR-1111, Sapi

Nama: Sofia Septiani
Program: IGTF
Hari: Selasa, 26 Juli 2016
Tema: Peternakan
Pertanyaan: Bagaimana cara penanganan sapi yang keracunan urea yang digembalakan di perkebunan sawit?

 

Anda harus Login untuk memberi Komentar

Daftar Komentar

09 Agu 2016 11:55:34 - IPB DIGITANI

Narasumber      : Prof. Dr. drh. Agik Suprayogi, M.Sc.

Jawaban:

Cara penanganan sapi yang keracunan urea adalah dengan memberikan air kelapa minimal dari 5 butir kelapa. Cara lainnya adalah dengan memberikan asam cuka (asam asetat) 5% yang dimasukkan kedalam lambung dengan cara dicekokan. Dosis yang diberikan adalah 2-8 liter untuk sapi dengan bobot 300 kg pada domba 0,5-2 liter asam cuka. Pemberian asam cuka berfungsi untuk menghambat pembentukan NH3 dengan cara membentuk amonium asetat yang mudah dicerna oleh rumen. Selanjutnya cekokan pula air es dengan suhu 0-4 derajat celcius kedalam rumen. Tujuannya untuk menghambat proses urease didalam rumen, mencairkan media pereaksi, serta mendinginkan rumen. Beberapa saat kemudian masukkan air bersih kedalam rumen untuk menguras rumen. Dalam melakukan hal tersebut harus hati-hati dan tidak boleh terburu-buru sapi akan mendadak ambruk apabila terlalu banyak air didalam rumen. Jika kondisi tampak membaik dapat diberikani pula cairan isi rumen dari sapi yang sehat untuk mengembalikan kondisi rumen seperti sedia kala. Sapi perlu juga diberikan bubur jerami atau dedak/bekatul. Apabila terjadi kembung pada sapi sebaiknya gas didalam rumen dikeluarkan dahulu dengan menggunakan selang yang dimasukkan kedalam rumen atau dengan menggunakan trochar untuk mengeluarkan gas dengan cara menusuk rumen. 

Saran:

1.Penanganan kasus keracunan seperti ini, sebaiknya dilakukan olh dokter hewan atau parmedis yang berpenglaman.

2. Pemberian urea sebagai pakan tambahan perlu berhati-hati karena dapat mengakibatkan keracunan dan kematian yang cepat. Tingkat persembuhan pada kasus ini tergantung dari seberapa cepat kita menangani kasus tersebut semakin cepat semakin baik.

3. Kasus keracunan seperti ini berisiko, oleh karena itu prinsip pencegahan lebih penting dari pada pengobatan.

 


Terpopuler

2014
Okt
25
cara untuk membesarkan umbi bawang merah
Oleh: andi prasetyo

assalamualikum, saya andi mahasiswa igtf pekalongan 2014. petani di desa curug muncar kec.petungkriyono kab.pekalongan, ingin menanyakan pertanyaan dari petani tentang - Selengkapnya

Dilihat (34840) Komentar (16)
2013
Des
18
budidaya pertanian organik tanaman tanpa memakai pupuk kimia dan pestisida kimia
Oleh: IPB DIGITANI

BUDIDAYA SAYURAN ORGANIK Pertanian organik adalah teknik budidaya tanaman tanpa memakai pupuk kimia dan pestisida kimia. Untuk meningkatkan keberhasilan budidaya sayuran organik, - Selengkapnya

Dilihat (27304) Komentar (3)
2015
Agu
12
penyakit kuning pada tanaman cabai
Oleh: Valiana Aprilleria

Assalamualaikum, Bapak/Ibu. Saya tim IGTF dari Magelang. Saya ingin bertanya mengenai penyebab penyakit kuning (daun kuning) pada tanaman cabai? Apakah - Selengkapnya

Dilihat (20590) Komentar (6)
2014
Jun
18
bagaimana cara penanggulangan hama burung pipit
Oleh: KIM Banjarjo Kota Tua

Kecamatan Padangan adalah salah satu Produsen Padi Terpenting diwilayah Kabupaten Bojonegoro bagian barat, luas sawah dikecamatan +/-  1000 hektar dan - Selengkapnya

Dilihat (19756) Komentar (4)
2014
Sep
17
daun padi menguning dan mati
Oleh: kim deru maju

Salam hormat. perkenalkan kami dari kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Deru maju dari Desa Deru Kecamatan Sumberrejo Kab. Bojonegoro Jatim. beberapa - Selengkapnya

Dilihat (17732) Komentar (8)

Berita

2020
Nov
13
ternak indonesia dilirik malaysia, jepang dan australia
Oleh: IPB DIGITANI

BOGOR -- Budi Susilo Setiawan, SPt, owner Mitra Tani Farm (Peternakan Domba Terpadu) berkesempatan membagi - Selengkapnya

Dilihat (709) Komentar (0)
2020
Okt
17
press conference - hari pangan sedunia dan launching indonesia food system summit 2021
Oleh: IPB DIGITANI

SIARAN PERS-KRKP-TANI CENTER LPPM IPB Saatnya Sistem Pangan yang berdaulat, adil dan resilien!   Bogor, 15 Oktober 2020 Peringatan - Selengkapnya

Dilihat (672) Komentar (0)
2020
Okt
16
webinar observasi & handling sampel hama dan penyakit tumbuhan dari lapangan
Oleh: IPB DIGITANI

Dalam rangka kegiatan identifikasi hama dan penyakit pada 4 koomoditas yaitu sirih, pinang, jambu mente, - Selengkapnya

Dilihat (649) Komentar (0)