diskusi

2016
Jul
22
Kenapa Daun Padi Sudah Memerah Pada Umur Muda?
Oleh: IPB DIGITANI | Kategori: Diskusi | Topik: Agraria, Tanah, Kesuburan Tanah, Pencemaran Tanah, Bioremediasi Tanah, Kesehatan Tanaman, Hama dan Penyakit | Komoditas: Tanaman Pangan, Padi, Padi Organik

Penanya            : Listya Purnamasari / SLAK
Media Sosial     : WhatsApp Grup
Hari, Tanggal     : Selasa, 19 juli 2016
Tema                  : Pertanian - padi
Narasumber      : Dr. Ir. Widodo, MS

 

Pertanyaan:

Petani di desa Soko Kec Temayang, Kab Bojonegoro, mengeluhkan tanaman padi mereka yang mana daunnya memerah pada umur muda sekitar 1 bulan dan jenis padi yg ditanam yaitu padi boyolali, sehingga harus sering dilakukan penyemprotan hampir setiap hari. Namun, mereka tidak tahu penyebab utama dan penanggulangan yang lebih baik, mengingat pemberian obat semprot juga memerlukan biaya dan tenaga yang lebih banyak. Terimakasih

 

Jawaban :

      Permasalahan kesehatan pada tanaman padi terjadi akhir-akhir ini karena kerusakan ekosistem sawah yang semakin parah, baik kesehatan tanah yang menurun maupun habitat di atasnya.  Beberapa pemicu permasalahan kesehatan tanaman padi antara lain:

  1. Tidak/sedikit pengembalian jerami ke lahan
  2. Penggunaan pupuk sintetik berlebihan (terutama unsur N seperti Urea) dan kurang unsur K
  3. Penggunaan pestisida sintetik (insektisida, booster untuk malai, herbisida)
  4. Penggunaan benih padi hibrida

 

Saran-saran untuk kesehatan tanaman padi

1. Mengembalikan jerami ke lahan setiap penanaman (minimal separuhnya, lebih baik jika semua).  Jika jerami dimanfaatkan untuk pakan ternak, seharusnya kotorannya dikembalikan lagi ke lahan. Jika jerami langsung dikembalikan ke lahan, tahapan yang dilakukan sebagai berikut (sambil menunggu umur persemaian mencukupi):

  1.  Jerami ditebar secara merata, lahan diairi tetapi tidak sampai menutup jerami, kemudian ditaburi dengan kompos (pupuk kandang matang) dan/atau disemprot dengan dekomposer.
  2. Dibiarkan sekitar 5-7 hari (atau jika jerami sudah mudah putus jika ditarik)
  3. Pembajakan sawah I (singkal) dan dibiarkan selama  10-14 hari

Pengolahan ke II

2. Tidak memberikan pupuk N (Urea) berlebihan (Dosis anjuran secara umum per hektar: NPK (Phonska) 300 kg, Urea 200 kg, SP 36 100 kg). Jika jerami dikembalikan semua, dosis pemupukan tersebut dapat dikurangi: 25 % (selama 2 musim pertama), 50% (2 musim berikutnya), 75% (2 musim berikutnya), dan bisa tidak menggunakan pupuk sintetik musim berikutnya

3. Perlakuan benih dengan PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobacteria) yang sudah teruji

4. Tidak menggunakan pestisida  sintetik apapun (termasuk herbisida)

5. Mengusahakan lahan sawah tidak selalu tergenang, tetapi dikondisikan macak-macak

6. Menggunakan varietas yang saat ini sudah sering digunakan (Misal Ciherang, IR 64 dan lain-lain), dan tidak menanam padi hibrida (atau varietas dari luar yang belum jelas).

7. Jika memungkinkan menanam tanaman refugia (tanaman berbunga) untuk konservasi musuh alami (seperti gambar di bawah ini).

PADI.jpg

 

Anda harus Login untuk memberi Komentar

Daftar Komentar

18 Jun 2019 14:04:25 - IPB DIGITANI

Narasumber: Dr. Ir. Widodo, MS

Jawaban :

      Permasalahan kesehatan pada tanaman padi terjadi akhir-akhir ini karena kerusakan ekosistem sawah yang semakin parah, baik kesehatan tanah yang menurun maupun habitat di atasnya.  Beberapa pemicu permasalahan kesehatan tanaman padi antara lain:

  1. Tidak/sedikit pengembalian jerami ke lahan
  2. Penggunaan pupuk sintetik berlebihan (terutama unsur N seperti Urea) dan kurang unsur K
  3. Penggunaan pestisida sintetik (insektisida, booster untuk malai, herbisida)
  4. Penggunaan benih padi hibrida

 

Saran-saran untuk kesehatan tanaman padi

1. Mengembalikan jerami ke lahan setiap penanaman (minimal separuhnya, lebih baik jika semua).  Jika jerami dimanfaatkan untuk pakan ternak, seharusnya kotorannya dikembalikan lagi ke lahan. Jika jerami langsung dikembalikan ke lahan, tahapan yang dilakukan sebagai berikut (sambil menunggu umur persemaian mencukupi):

  1.  Jerami ditebar secara merata, lahan diairi tetapi tidak sampai menutup jerami, kemudian ditaburi dengan kompos (pupuk kandang matang) dan/atau disemprot dengan dekomposer.
  2. Dibiarkan sekitar 5-7 hari (atau jika jerami sudah mudah putus jika ditarik)
  3. Pembajakan sawah I (singkal) dan dibiarkan selama  10-14 hari

Pengolahan ke II

2. Tidak memberikan pupuk N (Urea) berlebihan (Dosis anjuran secara umum per hektar: NPK (Phonska) 300 kg, Urea 200 kg, SP 36 100 kg). Jika jerami dikembalikan semua, dosis pemupukan tersebut dapat dikurangi: 25 % (selama 2 musim pertama), 50% (2 musim berikutnya), 75% (2 musim berikutnya), dan bisa tidak menggunakan pupuk sintetik musim berikutnya

3. Perlakuan benih dengan PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobacteria) yang sudah teruji

4. Tidak menggunakan pestisida  sintetik apapun (termasuk herbisida)

5. Mengusahakan lahan sawah tidak selalu tergenang, tetapi dikondisikan macak-macak

6. Menggunakan varietas yang saat ini sudah sering digunakan (Misal Ciherang, IR 64 dan lain-lain), dan tidak menanam padi hibrida (atau varietas dari luar yang belum jelas).

7. Jika memungkinkan menanam tanaman refugia (tanaman berbunga) untuk konservasi musuh alami (seperti gambar di bawah ini).

 


Terpopuler

2014
Okt
25
cara untuk membesarkan umbi bawang merah
Oleh: andi prasetyo

assalamualikum, saya andi mahasiswa igtf pekalongan 2014. petani di desa curug muncar kec.petungkriyono kab.pekalongan, ingin menanyakan pertanyaan dari petani tentang - Selengkapnya

Dilihat (34685) Komentar (16)
2013
Des
18
budidaya pertanian organik tanaman tanpa memakai pupuk kimia dan pestisida kimia
Oleh: IPB DIGITANI

BUDIDAYA SAYURAN ORGANIK Pertanian organik adalah teknik budidaya tanaman tanpa memakai pupuk kimia dan pestisida kimia. Untuk meningkatkan keberhasilan budidaya sayuran organik, - Selengkapnya

Dilihat (27018) Komentar (3)
2015
Agu
12
penyakit kuning pada tanaman cabai
Oleh: Valiana Aprilleria

Assalamualaikum, Bapak/Ibu. Saya tim IGTF dari Magelang. Saya ingin bertanya mengenai penyebab penyakit kuning (daun kuning) pada tanaman cabai? Apakah - Selengkapnya

Dilihat (20148) Komentar (6)
2014
Jun
18
bagaimana cara penanggulangan hama burung pipit
Oleh: KIM Banjarjo Kota Tua

Kecamatan Padangan adalah salah satu Produsen Padi Terpenting diwilayah Kabupaten Bojonegoro bagian barat, luas sawah dikecamatan +/-  1000 hektar dan - Selengkapnya

Dilihat (19592) Komentar (3)
2014
Sep
17
daun padi menguning dan mati
Oleh: kim deru maju

Salam hormat. perkenalkan kami dari kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Deru maju dari Desa Deru Kecamatan Sumberrejo Kab. Bojonegoro Jatim. beberapa - Selengkapnya

Dilihat (17316) Komentar (8)

Berita

2020
Nov
13
ternak indonesia dilirik malaysia, jepang dan australia
Oleh: IPB DIGITANI

BOGOR -- Budi Susilo Setiawan, SPt, owner Mitra Tani Farm (Peternakan Domba Terpadu) berkesempatan membagi - Selengkapnya

Dilihat (613) Komentar (0)
2020
Okt
17
press conference - hari pangan sedunia dan launching indonesia food system summit 2021
Oleh: IPB DIGITANI

SIARAN PERS-KRKP-TANI CENTER LPPM IPB Saatnya Sistem Pangan yang berdaulat, adil dan resilien!   Bogor, 15 Oktober 2020 Peringatan - Selengkapnya

Dilihat (604) Komentar (0)
2020
Okt
16
webinar observasi & handling sampel hama dan penyakit tumbuhan dari lapangan
Oleh: IPB DIGITANI

Dalam rangka kegiatan identifikasi hama dan penyakit pada 4 koomoditas yaitu sirih, pinang, jambu mente, - Selengkapnya

Dilihat (598) Komentar (0)