berita

2019
Des
06
Cara mudah mengatasi hama pada ayam ala mahasiswa IPB
Oleh: IPB DIGITANI | Kategori: Berita | Topik: | Komoditas:

Merasa gatal setelah melakukan kontak dengan Ayam? Apakah ayam gelisah dan banyak luka di badannya? Bisa jadi ayammu terken Gurem!

Gurem atau tungau ayam dengan nama ilmiah Ornithonyssus bursa adalah hama yang menyerang unggas. mirip seperti kutu, gurem juga menghisap darah inangnya oleh karena itu gurem sangat berbahaya jika menyerang induk ayam yang sedang mengeram dan juga anak ayam karena dapat menyebabkan turunnya produktivitas hingga kematian.

Jika terkena kontak dengan manusia gurem dapat menyebabkan gatal-gatal di tubuh, oleh karena itu sebelum melakukan kontak dengan ayam ada baiknya ayam tersebut bebas dari tungau. Cara mengatasi gurem pada ayam dapat ditangani dengan pemberian obat sintetisk yang mengandung akarisida, namun obat sintetik mengandung bahan kimia yang berbahaya bagi ayam dan lingkungan, dan tidak boleh terlalu sering digunakan karena dapat membuat gurem menjadi kebal terhadap obat yang diberikan.

Virgillius Martin Kelake Kedang bersama kedua sahabatnya, Rama Adi Rianto dan Idho Anugrah AL Kholik, membentuk tim untuk mengikuti Program Kreativitas Mahasiswa bidang Penelitian Eksakta (PKM-PE) untuk mencari alternatif obat pembasmi gurem yang ramah lingkungan. Dengan bimbingan Prof. drh. Upik Kesumawati Hadi, MS, Phd, mereka melakukan penelitian terhadap daun biduri.

“Masyarakat daerah saya percaya jika menanam pohon biduri di sekitar kandang ayam maka ayamnya akan bebas dari segala macam parasit termasuk gurem.” Tutur Virgillius Martin Kelake Kedang, Mahasiswa IPB fakultas Kedokteran Hewan selaku ketua tim ketika ditanyai alasan pemilihan daun biduri untuk diteliti.

Ternyata setelah dilakukan penelitian dan percobaan daun Biduri didapatkan hasil yang lebih efektif khasiatnya dibanding obat sintetik untuk mengatasi masalah gurem. Senyawa fitokimia pada daun biduri dapat membunuh dan menghambat pertumbuhan gurem pada Ayam lebih baik dari obat sintetik. Penggungaan daun biduri juga ramah lingkungan, lebih aman untuk ayam, dan dapat dibuat sendiri di rumah.

Penggunaan buatan rumah dapat dilakukan dengan menghaluskan daun biduri menggunakan blender dan direndam di dalam air selama beberapa saat agar senyawa fitokimianya terlarut dalam air. Kemudian ayam yang terkena gurem dapat dimandikan/direndam menggunakan larutan daun biduri tersebut.

Cukup mudah bukan membuatnya sendiri di rumah? Cara tersebut juga bisa digunakan untuk unggas lain yang terkena masalah gurem lho! Yuk mulai sekarang cek kesehatan hewan peliharaanmu dan gunakan produk yang ramah lingkungan!

 

ERRIZQI DWI CAHYO (081314409044)

B04170117

Fakultas Kedokteran Hewan

 

Gambar Terkait:

WhatsApp_Image_2019-12-06_at_08.52_.49_.jpg WhatsApp_Image_2019-12-06_at_08.53_.05_.jpg

Anda harus Login untuk memberi Komentar

Daftar Komentar

16 Des 2019 10:16:00 - IPB DIGITANI

selamat pagi. tanaman biduri berdeda dengan tanaman bidara. tetapi sama-sama tanaman berduri.

berikut sedikit penjelasannya

Tanaman Biduri atau widuri (Calotropis gigantea) disebut juga Kapuk Duri. Tanaman tersebut dapat tumbuh liar di pesisir pantai, dataran tinggi bahkan di lokasi tanah keras dan berkapur Tanaman ini merupakan tanaman asli Asia Tenggara yang mudah didapatkan di Indonesia. Bunganya berlapis lilin dengan warna putih atau ungu dan berukuran besar. Daunnya berbentuk bulat telur, dengan warna khas hijau pucat dan batang yang mengeluarkan getah berwarna putih seperti susu.

Sedangkan tanaman Bidara atau widara (Ziziphus mauritiana) merupakan tanaman berduri. Tanaman ini tumbuh pada daerah dengan suhu ekstrim dan tumbuh subur pada daerah dengan kondisi kering. Bunganya majemuk berbentuk payung menggarpu dan  berukuran kecil, Daunnya tunggal, berseling dan berbentuk bulat telur.


12 Des 2019 11:29:25 - YULIA DWI INDRIANI

Biduri itu apakah sama dengan bidara?sejenis tanaman berdurikah?


Terpopuler

2014
Okt
25
cara untuk membesarkan umbi bawang merah
Oleh: andi prasetyo

assalamualikum, saya andi mahasiswa igtf pekalongan 2014. petani di desa curug muncar kec.petungkriyono kab.pekalongan, ingin menanyakan pertanyaan dari petani tentang - Selengkapnya

Dilihat (35183) Komentar (16)
2013
Des
18
budidaya pertanian organik tanaman tanpa memakai pupuk kimia dan pestisida kimia
Oleh: IPB DIGITANI

BUDIDAYA SAYURAN ORGANIK Pertanian organik adalah teknik budidaya tanaman tanpa memakai pupuk kimia dan pestisida kimia. Untuk meningkatkan keberhasilan budidaya sayuran organik, - Selengkapnya

Dilihat (27893) Komentar (3)
2015
Agu
12
penyakit kuning pada tanaman cabai
Oleh: Valiana Aprilleria

Assalamualaikum, Bapak/Ibu. Saya tim IGTF dari Magelang. Saya ingin bertanya mengenai penyebab penyakit kuning (daun kuning) pada tanaman cabai? Apakah - Selengkapnya

Dilihat (22062) Komentar (6)
2014
Jun
18
bagaimana cara penanggulangan hama burung pipit
Oleh: KIM Banjarjo Kota Tua

Kecamatan Padangan adalah salah satu Produsen Padi Terpenting diwilayah Kabupaten Bojonegoro bagian barat, luas sawah dikecamatan +/-  1000 hektar dan - Selengkapnya

Dilihat (20146) Komentar (4)
2014
Sep
17
daun padi menguning dan mati
Oleh: kim deru maju

Salam hormat. perkenalkan kami dari kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Deru maju dari Desa Deru Kecamatan Sumberrejo Kab. Bojonegoro Jatim. beberapa - Selengkapnya

Dilihat (18609) Komentar (8)

Berita

2020
Nov
13
ternak indonesia dilirik malaysia, jepang dan australia
Oleh: IPB DIGITANI

BOGOR -- Budi Susilo Setiawan, SPt, owner Mitra Tani Farm (Peternakan Domba Terpadu) berkesempatan membagi - Selengkapnya

Dilihat (885) Komentar (0)
2020
Okt
17
press conference - hari pangan sedunia dan launching indonesia food system summit 2021
Oleh: IPB DIGITANI

SIARAN PERS-KRKP-TANI CENTER LPPM IPB Saatnya Sistem Pangan yang berdaulat, adil dan resilien!   Bogor, 15 Oktober 2020 Peringatan - Selengkapnya

Dilihat (807) Komentar (0)
2020
Okt
16
webinar observasi & handling sampel hama dan penyakit tumbuhan dari lapangan
Oleh: IPB DIGITANI

Dalam rangka kegiatan identifikasi hama dan penyakit pada 4 koomoditas yaitu sirih, pinang, jambu mente, - Selengkapnya

Dilihat (776) Komentar (0)