Topik

2020
Des
28
Perkampungan Megalitikum: Kampung Bena
Oleh: IPB DIGITANI | Kategori: Topik | Topik: | Komoditas:

Kampung Bena terletak di Pulau Flores, Nusa Tenggara timur. Tepatnya di Desa Tiworiwu, Kecamatan Jerebu’u, Kabupaten Ngada, sekitar 14 km dari Kota Bajawa. Infrastruktur jalan menuju Kampung Bena sudah sangat bagus dan mudah dilalui, baik menggunakan motor maupun mobil. Namun Sobat Tani harus tetap berhati- hati ya, lokasi berada di bawah kaki Gunung Inerie dan jalanan yang lumayan berkelok. Sobat Tani tentu gak akan jenuh selama perjalanan karena pemandangan sepanjang jalan sangat indah.

Kampung Bena, perkampungan purba yang sudah ada sejak jaman megalitikum, sekitar 12 abad yang lalu. Warga sangat menghormati tradisi nenek moyang sehingga sampai saat ini perkampungan ini masih ada, tak banyak yang berubah, hanya penambahan kakus saja tutur Kepala Desa Tiworiwu.

Ditengah situasi pandemi Covid-19, saat ini Kampung Bena telah dibuka untuk umum dengan tetap mematuhi protokol kesehatan. Sebelum memasuki kawasan, setiap pengunujung akan di cek suhu tubuh dan dipersilahkan untuk mencuci tangan. Tarif masuk dikenakan  sebesar Rp. 25.000 untuk wisatawan lokal dan Rp. 250.000 untuk wisatawan mancanegara.

Kampung Bena berbentuk seperti perahu yang berada di atas bukit, kono menurut cerita leluhur kampung ini terbentuk dari kapal yang terdampar. Akses keluar dan masuk kampung hanya melalui satu gapura yang berada di bagian utara. Karena kampung ini berada di atas bukit, ujung kampung bagian selatan merupakan bagian puncak sekaligus jurang terjal. Sangat berbahaya, bagi yang sedang patah hati, Sobat Tani harus selalu berfikir positif yaa. 

Pembangunan satu rumah adat di Kampung Bena memakan biaya yang sangat mahal, dapat mencapai 1.2 miliar rupiah. Bukan karena bahan bangunannya yang mahal, melainkan biaya upacara adatlah yang memakan rupiah cukup besar. Bahan utama yang digunakan untuk membangun rumah berupa kayu, bambu, ilalang sebagai atap dan bahan pelengkap lainnya.

Di Kampung Bena, terdapat kurang lebih 40 rumah yang memanjang dari utara ke selatan. Penataan rumah mengikuti kontur geografis yang ada, sehingga perkampungan berundak-undak, dengan puncak tertinggi pada bagian selatan. Pada bagian tengah perkampungan terdapat lapangan yang luas. Di lapangan tersebut terdapat bangunan suci berupa makam leluhur dan sepasang Nga’du dan Bagha. Makam leluhur ditandai dengan batu- batu purba besar yang berbentuk runcing. Di makam tersebut warga kampung meletakkan sesajen untuk persembahan kepada leluhur.

Bangunan suci Nga’du dan Bagha dapat menjadi pertanda jumlah suku yang mendiami Kampung Bena, setiap satu suku memiliki sepasang bangunan suci Nga’du dan Bagha. Nga’du merupakan simbol nenek moyang laki-laki, bangunan ini beratap kerucut dari ilalang dengan satu tiang kokoh. Sementara itu, Bagha merupakan simbol nenek moyang perempuan, bangunan ini berbentuk seperti rumah adat sao yang ada di Kampung Bena namun dalam ukuran yang lebih kecil.

 

Status sosial suatu keluarga di Kampung Bena dapat dilihat dari seberapa banyak tengkorak kerbau, rahang babi, dan taring babi yang tergantung didepan rumah. Tengkorak tersebut merupakan sisa ternak yang dikorabankan ketika upacara adat usai pembangunan rumah.

Mata pencaharian utama penduduk Kampung Bena yaitu berkebun, hal tersebut didukung dengan suburnya alam disekitar perkampungan. Kegiatan berkebun biasanya dilakukan oleh laki- laki maupun perempuan. Selain berkebun, tak jarang penduduk juga berjualan makanan kecil, kain tenun atapun souvenir lainnya.

Paham alur keturunan masyarakat Kampung Bena berasal dari pihak ibu atau lebih dikenal matriarki. Matriarki disini juga berarti ibu atau pihak perempuan memiliki kekuasaan yang lebih dalam di suatu keluarga. Setiap anak perempuan yang sudah menikah, baik dengan pemuda Kampung Bena maupun luar Kampung Bena harus tinggal di Kampung Bena. Sementara itu, pemuda yang menikah dengan gadis di luar Kampung Bena, maka pemuda tersebut sudah tidak berhak untuk tinggal di Kampung Bena.

 

penulis : Lisa Bela Fitriani, SP

 

Anda harus Login untuk memberi Komentar

Daftar Komentar

Komentar tidak ditemukan

Terpopuler

2014
Okt
25
cara untuk membesarkan umbi bawang merah
Oleh: andi prasetyo

assalamualikum, saya andi mahasiswa igtf pekalongan 2014. petani di desa curug muncar kec.petungkriyono kab.pekalongan, ingin menanyakan pertanyaan dari petani tentang - Selengkapnya

Dilihat (34149) Komentar (16)
2013
Des
18
budidaya pertanian organik tanaman tanpa memakai pupuk kimia dan pestisida kimia
Oleh: IPB DIGITANI

BUDIDAYA SAYURAN ORGANIK Pertanian organik adalah teknik budidaya tanaman tanpa memakai pupuk kimia dan pestisida kimia. Untuk meningkatkan keberhasilan budidaya sayuran organik, - Selengkapnya

Dilihat (26272) Komentar (3)
2014
Jun
18
bagaimana cara penanggulangan hama burung pipit
Oleh: KIM Banjarjo Kota Tua

Kecamatan Padangan adalah salah satu Produsen Padi Terpenting diwilayah Kabupaten Bojonegoro bagian barat, luas sawah dikecamatan +/-  1000 hektar dan - Selengkapnya

Dilihat (19126) Komentar (3)
2015
Agu
12
penyakit kuning pada tanaman cabai
Oleh: Valiana Aprilleria

Assalamualaikum, Bapak/Ibu. Saya tim IGTF dari Magelang. Saya ingin bertanya mengenai penyebab penyakit kuning (daun kuning) pada tanaman cabai? Apakah - Selengkapnya

Dilihat (18571) Komentar (6)
2014
Sep
17
daun padi menguning dan mati
Oleh: kim deru maju

Salam hormat. perkenalkan kami dari kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Deru maju dari Desa Deru Kecamatan Sumberrejo Kab. Bojonegoro Jatim. beberapa - Selengkapnya

Dilihat (14712) Komentar (8)

Berita

2020
Nov
13
ternak indonesia dilirik malaysia, jepang dan australia
Oleh: IPB DIGITANI

BOGOR -- Budi Susilo Setiawan, SPt, owner Mitra Tani Farm (Peternakan Domba Terpadu) berkesempatan membagi - Selengkapnya

Dilihat (463) Komentar (0)
2020
Okt
17
press conference - hari pangan sedunia dan launching indonesia food system summit 2021
Oleh: IPB DIGITANI

SIARAN PERS-KRKP-TANI CENTER LPPM IPB Saatnya Sistem Pangan yang berdaulat, adil dan resilien!   Bogor, 15 Oktober 2020 Peringatan - Selengkapnya

Dilihat (467) Komentar (0)
2020
Okt
16
webinar observasi & handling sampel hama dan penyakit tumbuhan dari lapangan
Oleh: IPB DIGITANI

Dalam rangka kegiatan identifikasi hama dan penyakit pada 4 koomoditas yaitu sirih, pinang, jambu mente, - Selengkapnya

Dilihat (445) Komentar (0)