Topik

2020
Sep
28
Jambu Mente a.k.a Jambu Monyet
Oleh: IPB DIGITANI | Kategori: Topik | Topik: Kesehatan Tanaman, Hama dan Penyakit | Komoditas:

Kacang mente/mede telah dikenal hampir seluruh kalangan masyarakat, selain rasanya yang enak, ternyata kacang mete juga mengandung banyak manfaat bagi tubuh kita. Hasil olahan kacang mente sangat digandrungi apalagi menjelang hari raya, mulai dari olahan kue, toping masakan, isian coklat, ataupun dimakan lansung juga enak.

Terangkum dalam Alodokter.com beberapa manfaat kacang mente diantaranya mengurangi risiko penyakit jantung, mencegah anemia, sumber energi, menjaga kesehatan tulang, memelihara kesehatan mata, mencegah batu empedu, serta menjaga berat badan.

Kacang mente dihasilkan dari pohon jambu monyet/ mente. Jika dilihat dari kedua nama tersebut, tentunya kita akan bingung menggolongkan kedalam keluarga jambu atau kacang- kacangan. Jika selama ini anda mengira kacang mente masuk dalam keluarga Leguminosae, anda patut saya sarankan untuk membaca kembali koleksi buku sekolah, saran yang lumayan merepotkan, namun patut dicoba.

Jambu mente dengan nama ilmiah Anacardium occidentale termasuk dalam keluarga Anacardiaceae, tentunya bukan satu famili dengan jambu air maupun jambu biji yaitu Myrtaceae. Namun malah berkerabatan dekat dengan tanaman mangga, penamaan lokal yang sangat unik bukan.

Bentuk jambu monyet yang sangat khas, kadang menyebabkan kita bingung menentukan bagian buahnya. Bagian menojol berbentuk seperti ginjal yang nantinya menjadi kacang mente merupakan buah sejati. Sementara bagian daging lunak berwarna kuning hingga merah yang kebanyakan orang mengira sebagai buah adalah perbesaran tangkai buah atau biasa disebut sebagai buah semu. Kulit kacang mente dapat menimbulkan iritasi pada kulit manusia karena mengandung senyawa urushiol.

Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Aneka Tanaman Industri (Balittri) telah melepas 5 varietas unggul jambu mente diantarannya GG-1 spesifik Jawa Tengah dan Jawa Timur, MR-851 dan PK-36 spesifik Sulawesi Selatan, SM-9 dan BO-2 spesifik Jawa Barat (Hadad el al. 2013).

Tanaman jambu monyet berasal dari Brasil. Di Indonesia, tanaman tersebut banyak dibudidayakan di Wonogiri Jawa Tengah. Di tempat tersebut, pengolahan jambu mente dari hulu hingga hilir telah sesuai standar Indonesia. Selain Wonogiri, Sumba Timur juga memiliki perkebunan jambu mente. Walaupun produksi/pohon cukup rendah dikarenakan ketidak sesuaian lingkungan tumbuh.

Di Kecamatan Hanggaroru Kabupaten Sumba Timur, lahan perkebunan jambu mente yang telah berumur 20- 30 tahun milik Bapak Yohanes Tainggoy, anggota kelompok tani Renjongpahem terlihat kurang perawatan. Padahal dahulunya pernah dijadikan tempat demonstrasi plot (demplot) ketika diadakannya Sekolah Lapang Pengendalian Hama Terpadu (SLPHT) 2016.

Tutur pemilik lahan, curah hujan yang minim di kawasan tersebut menyebabkan pemberian pupuk yang kurang efektif. Pemberian pupuk majemuk lengkap terkendali (PMLT) dilakukan hanya 1 kali dalam setahun pada akhir musim hujan. Pupuk PMLT sebanyak 8 butir/pohon diaplikasikan dengan cara ditebar di sekitar pangkal batang. Pemupukan daun menggunakan gandasil B dilakukan dengan menyemprot cairan aplikasi secara merata pada keseluruhan tajuk. Pengendalian hama penghisap Helopeltis menggunakan insektisida kiltop, diaplikasikan ketika fase tanaman berbunga.

Dalam jangka waktu setahun, panen raya petani jambu mete terjadi hanya pada bulan Oktober saja. Satu pohon jambu mente menghasilkan 2-10 kg polong mente basah, dengan kisaran harga Rp 14.000- 15.000/ kg. Pengolahan pasca panen menjadi produk olahan sangat sulit di peroleh di daerah tersebut. Padahal, wisatawan yang berkunjung di daerah Sumba Timur sudah cukup banyak. Selain itu, pengolahan pasca panen dapat menambah nilai tambah suatu komoditas.

Hasil panen yang rendah di perkirakan karena tanaman jambu mente tumbuh merana pada batuan kapur yang minim lapisan solum.

Tim Peneliti menemukan beberapa serangan hama dan penyakit diantaranya rayap, helopeltis, pengorok daun, penggerek batang, busuk akar (JAP), Botryodiplodia, embun hitam, embun jelaga, karat merah, kutu tempurung, dan kutu putih. Dilokasi juga ditemukan beberapa musuh alami seperti semut rangrang, parasitoid.

Serangan penyakit yang paling parah dirasakan oleh pemilik lahan yaitu busuk akar (Jamur akar Putih) dan blendok. Serangan JAP dapat menyebabkan kematian tanaman karena patogen tersebut menyerang pangkal batang sehingga suplai nutrisi ke bagian tajuk akan terhambat.

Ahli penyakit tanaman Hagia Shopia Khairani menuturkan blendok merupakan suatu cairan kambium yang dikeluarkan tanaman untuk mengirim sinyal ke tanaman sekitarnya agar memproduksi sistem ketahanan. Pada umumnya, tanaman berkayu mengeluarkan blendok ketika terserang patogen Botryodiplodia.

 

Anda harus Login untuk memberi Komentar

Daftar Komentar

Komentar tidak ditemukan

Terpopuler

2014
Okt
25
cara untuk membesarkan umbi bawang merah
Oleh: andi prasetyo

assalamualikum, saya andi mahasiswa igtf pekalongan 2014. petani di desa curug muncar kec.petungkriyono kab.pekalongan, ingin menanyakan pertanyaan dari petani tentang - Selengkapnya

Dilihat (34149) Komentar (16)
2013
Des
18
budidaya pertanian organik tanaman tanpa memakai pupuk kimia dan pestisida kimia
Oleh: IPB DIGITANI

BUDIDAYA SAYURAN ORGANIK Pertanian organik adalah teknik budidaya tanaman tanpa memakai pupuk kimia dan pestisida kimia. Untuk meningkatkan keberhasilan budidaya sayuran organik, - Selengkapnya

Dilihat (26272) Komentar (3)
2014
Jun
18
bagaimana cara penanggulangan hama burung pipit
Oleh: KIM Banjarjo Kota Tua

Kecamatan Padangan adalah salah satu Produsen Padi Terpenting diwilayah Kabupaten Bojonegoro bagian barat, luas sawah dikecamatan +/-  1000 hektar dan - Selengkapnya

Dilihat (19126) Komentar (3)
2015
Agu
12
penyakit kuning pada tanaman cabai
Oleh: Valiana Aprilleria

Assalamualaikum, Bapak/Ibu. Saya tim IGTF dari Magelang. Saya ingin bertanya mengenai penyebab penyakit kuning (daun kuning) pada tanaman cabai? Apakah - Selengkapnya

Dilihat (18571) Komentar (6)
2014
Sep
17
daun padi menguning dan mati
Oleh: kim deru maju

Salam hormat. perkenalkan kami dari kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Deru maju dari Desa Deru Kecamatan Sumberrejo Kab. Bojonegoro Jatim. beberapa - Selengkapnya

Dilihat (14712) Komentar (8)

Berita

2020
Nov
13
ternak indonesia dilirik malaysia, jepang dan australia
Oleh: IPB DIGITANI

BOGOR -- Budi Susilo Setiawan, SPt, owner Mitra Tani Farm (Peternakan Domba Terpadu) berkesempatan membagi - Selengkapnya

Dilihat (463) Komentar (0)
2020
Okt
17
press conference - hari pangan sedunia dan launching indonesia food system summit 2021
Oleh: IPB DIGITANI

SIARAN PERS-KRKP-TANI CENTER LPPM IPB Saatnya Sistem Pangan yang berdaulat, adil dan resilien!   Bogor, 15 Oktober 2020 Peringatan - Selengkapnya

Dilihat (467) Komentar (0)
2020
Okt
16
webinar observasi & handling sampel hama dan penyakit tumbuhan dari lapangan
Oleh: IPB DIGITANI

Dalam rangka kegiatan identifikasi hama dan penyakit pada 4 koomoditas yaitu sirih, pinang, jambu mente, - Selengkapnya

Dilihat (445) Komentar (0)