Topik

2020
Sep
21
Kenapa dengan Tanaman Sirih di Sumba Timur?
Oleh: IPB DIGITANI | Kategori: Topik | Topik: Kesehatan Tanaman, Hama dan Penyakit | Komoditas: Tanaman Pangan, Padi, Kedelai, Padi Organik, Hortikultura, Hortikultura Buah, Semangka, Pepaya, Jambu Kristal, Manggis, Melon, Buah Naga, Jeruk, Hortikultura Sayur, Tanaman Obat, Tanaman Anggrek

Sirih merupakan salah satu tanaman herbal merambat yang sangat umum dikenal masyarakat Indonesia sebagai obat tradisional maupun terlibat dalam budaya ataupun ritual adat tertentu. Sirih cacing, sirih hijau dan sirih gading memiliki nama latin Piper betle L, tak heran karena spesies tersebut memang memiliki berbagai jenis varietas dan kultivar. Sementara sirih merah diidentifikasi sebagai Piper crocatum L. Kandungan minyak atsirih pada sirih berbeda- beda, sirih hijau dan sirih merah mengandung 0.6%, sedangkan sirih cacing dan gading hanya mengandung 0.3% (Widiyastuti et al. 2013).

Menurut heyne (1987) dalam Widiyastuti et al. (2013) daun sirih dapat dimanfaatkan sebagai antiradang, antiseptik, antibakteri, penghenti pendarahan, pereda batuk, peluruh kentut, perangsang keluarnya air liur, pencegah cacingan, penghilang gatal, dan penenang.

Salah satu penghasil sirih di Indonesia adalah Kabupaten Sumba Timur. Tak hanya sebagai penghasil sirih untuk dikirim keluar daerah, masyarakat daerah tersebut mengkonsumsi buah sirih sebagai campuran nyirih pinang. Beda hal dengan masyarakat suku Jawa yang mengkonsumsi daun sirih sebagai campuran menyirih, atau lebih tepat mereka menyebutnya dengan nginang.

Sirih pinang (menyirih/nginang) bagi masyarakat Sumba Timur sudah menjadi kebiasaan turun- tenurun, terasa aneh jika ada hari tanpa menyirih. Menyirih telah menjadi kebiasaan hampir seluruh kalangan masyarakat mulai dari anak kecil hingga orang dewasa, kaum bawah hingga kaum bangsawanpun mengkonsumsinya. Penyajian sirih pinang sebagai jamuan bagi para tamu merupakan suatu bentuk penghormatan dari tuan rumah. Masyarakat sumba biasa menikmati buah sirih dengan pinang muda yang telah diiris tipis. Warna merah yang dihasilkan saat menyirih berasal dari campuran kapur yang ditambahkan pada buah sirih sebelum dikunyah.

Namun patut anda perhatikan, penambahan kapur yang terlalu banyak dapat menimbulkan luka bakar pada lidah maupun mulut. Sehingga bagi orang yang baru saja akan mengkonsumsi sangat dianjurkan untuk didampingi orang yang telah professional. Selain itu, mabuk pinang juga dapat terjadi apabila air liur berwarna merah hasil menyirih tersebut ditelan. Oleh sebab itu, dianjurkan untuk meludahkannya saja. Kebiasaan meludah inilah yang sangat tidak baik jika dilakukan pada sembarang tempat. Tak heran di setiap sudut desa ataupun kota sering kita jumpai bekas berwarna merah tersebut. Selain faktor kesehatan dan kebersihan, hal tersebut tentunya dapat mengurangi keindahan.

Pertanaman sirih di Sumba Timur terancam mengalami penurunan hasil dan bahkan kematian tanaman. Salah satu petani sirih di Bukit Wairinding mengungkapkan terjadi kematian yang cukup banyak dilahannya sejak 4 tahun belakangan ini. Penanaman kembali dilakukan dengan memindahkan bibit yang berumur 1-2 bulan hasil dari stek batang pada polibag. Pengetahuan budidaya, kondisi lahan maupun pemeliharaan hama dan penyakit menyebabkan laju kematian tidak dapat dibendung. Hal tersebut dapat diindikasikan dengan tidak adanya pemupukan yang teratur dan sesuai terhadap kebutuhan tanaman, pemupukan hanya menggunakan gandasil B saja. Hambatan budidaya lainnya yaitu musim kemarau panjang serta sulitnya sumber mata air menyulitkan petani dalam penyiraman. Penanganan pada bekas lubang tanman yang sakit diduga dapat menimbulkan penyakit pada tanaman baru, sehingga siklus tanaman sakit terus terulang. Buah sirih dapat dipanen sekali dalam 2 minggu. Per tanggal 25 Agustus harga buah sirih di pasaran sebesar Rp 10.000/ikat. Biasanya dalam 1 ikat terdapat 10 buah sirih. Harga sirih mengalami fluktuatif tergantung ketersediaan barang jelas pemilik lahan.

Upaya menangani permasalahan tersebut, Badan Penelitian dan Pembangunan Daerah (Balitbangda) Kabupaten Sumba Timur bekerjasama dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) IPB University dalam menemukan penyebab dan rekomedasi penanganan permasalahan yang ada.

Pakar dari IPB melakukan kunjungan ke lahan milik petani, terlihat kondisi lahan yang sangat mengenaskan. Dalam satu hamparan, hampir seluruh tanaman mengalami kematian sehingga hanya menyisakan ajir hidupnya saja. Pantauan sekilas, Hagia Sophia Khairani selaku ahli penyakit tanaman Departemen Proteksi Tanaman menduga terjadi serangan Phytophthora yang terlihat dari penampakan tanaman mengalami kelayuan secara menyeluruh. Layu dimulai dari tajuk tanaman bagian atas menuju ke bawah, hal tersebut dikarenakan suplay air dan nutrisi yang terhambat tidak mencapai tajuk karena pangkal batang terserang patogen. Gejala yang ditemukan pada daun berupa daun menguning dan terdapat nekrotik yang berkembang menjadi hawar.

Penulis : Lisa Bela Fitriani, SP

Daftar pustaka

Widiyastuti Y, Haryanti S, Subositi D. 2013. Karakterisasi morfologi dan kandungan minyak

atsiri beberapa jenis sirih (Piper sp.). J Tumbuhan Obat Indonesia. 6(2): 86-93.

 

Gambar Terkait:

WhatsApp_Image_2020-09-17_at_11.49_.png WhatsApp_Image_2020-09-17_at_11.49_.png

Anda harus Login untuk memberi Komentar

Daftar Komentar

Komentar tidak ditemukan

Terpopuler

2014
Okt
25
cara untuk membesarkan umbi bawang merah
Oleh: andi prasetyo

assalamualikum, saya andi mahasiswa igtf pekalongan 2014. petani di desa curug muncar kec.petungkriyono kab.pekalongan, ingin menanyakan pertanyaan dari petani tentang - Selengkapnya

Dilihat (34333) Komentar (16)
2013
Des
18
budidaya pertanian organik tanaman tanpa memakai pupuk kimia dan pestisida kimia
Oleh: IPB DIGITANI

BUDIDAYA SAYURAN ORGANIK Pertanian organik adalah teknik budidaya tanaman tanpa memakai pupuk kimia dan pestisida kimia. Untuk meningkatkan keberhasilan budidaya sayuran organik, - Selengkapnya

Dilihat (26508) Komentar (3)
2014
Jun
18
bagaimana cara penanggulangan hama burung pipit
Oleh: KIM Banjarjo Kota Tua

Kecamatan Padangan adalah salah satu Produsen Padi Terpenting diwilayah Kabupaten Bojonegoro bagian barat, luas sawah dikecamatan +/-  1000 hektar dan - Selengkapnya

Dilihat (19273) Komentar (3)
2015
Agu
12
penyakit kuning pada tanaman cabai
Oleh: Valiana Aprilleria

Assalamualaikum, Bapak/Ibu. Saya tim IGTF dari Magelang. Saya ingin bertanya mengenai penyebab penyakit kuning (daun kuning) pada tanaman cabai? Apakah - Selengkapnya

Dilihat (19070) Komentar (6)
2014
Sep
17
daun padi menguning dan mati
Oleh: kim deru maju

Salam hormat. perkenalkan kami dari kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Deru maju dari Desa Deru Kecamatan Sumberrejo Kab. Bojonegoro Jatim. beberapa - Selengkapnya

Dilihat (15771) Komentar (8)

Berita

2020
Nov
13
ternak indonesia dilirik malaysia, jepang dan australia
Oleh: IPB DIGITANI

BOGOR -- Budi Susilo Setiawan, SPt, owner Mitra Tani Farm (Peternakan Domba Terpadu) berkesempatan membagi - Selengkapnya

Dilihat (506) Komentar (0)
2020
Okt
17
press conference - hari pangan sedunia dan launching indonesia food system summit 2021
Oleh: IPB DIGITANI

SIARAN PERS-KRKP-TANI CENTER LPPM IPB Saatnya Sistem Pangan yang berdaulat, adil dan resilien!   Bogor, 15 Oktober 2020 Peringatan - Selengkapnya

Dilihat (511) Komentar (0)
2020
Okt
16
webinar observasi & handling sampel hama dan penyakit tumbuhan dari lapangan
Oleh: IPB DIGITANI

Dalam rangka kegiatan identifikasi hama dan penyakit pada 4 koomoditas yaitu sirih, pinang, jambu mente, - Selengkapnya

Dilihat (489) Komentar (0)