Topik

2020
Agu
04
Solarisasi Tanah: Alternatif Disinfeksi Patogen dalam Tanah
Oleh: IPB DIGITANI | Kategori: Topik | Topik: Tanah, Kesuburan Tanah, Pencemaran Tanah, Bioremediasi Tanah, Kesehatan Tanaman, Hama dan Penyakit | Komoditas: Tanaman Pangan, Padi, Kedelai, Padi Organik, Hortikultura, Hortikultura Buah, Semangka, Pepaya, Jambu Kristal, Manggis, Melon, Buah Naga, Jeruk, Hortikultura Sayur, Tanaman Obat, Tanaman Anggrek

Solarisasi tanah merupakan metode alternatif untuk disinfeksi tanah setelah maupun sebelum tanam yang aman dan efektif dalam mengendalikan hama dan penyakit tular tanah dalam rangka mengurangi penggunaan senyawa sintetik (Stapleton dan DeVay 1986). Solarisasi tanah adalah pemanfaatan energi panas matahari sebagai agens mematikan hama maupun penyakit yang diperangkap dengan plastik transparan (Katan 1981).  Menurut Paiman et al. (2014) plastik transparan mampu meneruskan intensitas cahaya matahari lebih besar dibandingkan warna merah maupun hitam. Plastik transparan mampu meneruskan cahaya berkisar 92.3-94.7% dan warna merah berkisar 66-67.9%. Sementara itu, plastik hitam tidak dapat meneruskan cahaya matahari. Menurut Widodo dan Budiarti (2009) penghambatan terhadap penyakit tular tanah akibat solarisasi dapat terjadi karena pengaruh faktor fisik berupa panas dan faktor biotik berupa aktivitas mikrob antagonis.

Aplikasi solarisasi tanah secara sederhana dapat dilakukan pada media tanam tambulampot yang terinfestasi patogen tular tanah dengan indikasi terjadi kematian tanaman akibat serangan patogen. Sehingga media tanam dapat dimanfaatkan kembali. Berikut langkah pengaplikasiannya:

1. Siapkan plastik transparan dengan lebar sesuai ukuran pot yang ingin disolarisasi. Disarankan, menggunakan plastik dengan ketebalan 0.05 mm

2. Tambah jumlah media tanam hingga mencapai ketinggian pot

3. Siram media tanam dengan air hingga menembus pot bagian bawah

4. Tutup pot dengan plastik transparan yang telah disiapkan. Pastikan plastik transparan menyentuh media tanam, jika belum tambahkan lagi media tanam dengan harapan tidak ada lagi udara diantara media tanam dengan plastik transparan.  Kemudian ikat dengan menggunakan karet atau pengikat lainnya secara rapat

5. Letakkan media tanam tersebut di bawah paparan sinar matahari secara lansung selama 3-4 minggu. Semakin lama semakin baik, disesuai dengan kecepatan kebutuhan media tanam anda.

Solarisasi tanah selama 4 minggu berpengaruh nyata dalam menekan daya tumbuh inokulum Rigidoporus lignosus yang berada didalam tanah pada kedalaman 5 cm maupun 15 cm (Fitriani 2019).

Mari menjaga bumi tetap lestari dengan bertani organik 

Lebih lengkap dapat akses di https://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/101883

 

Penulis 

Lisa Bela Fitriani, SP

 

Anda harus Login untuk memberi Komentar

Daftar Komentar

Komentar tidak ditemukan

Terpopuler

2014
Okt
25
cara untuk membesarkan umbi bawang merah
Oleh: andi prasetyo

assalamualikum, saya andi mahasiswa igtf pekalongan 2014. petani di desa curug muncar kec.petungkriyono kab.pekalongan, ingin menanyakan pertanyaan dari petani tentang - Selengkapnya

Dilihat (34987) Komentar (16)
2013
Des
18
budidaya pertanian organik tanaman tanpa memakai pupuk kimia dan pestisida kimia
Oleh: IPB DIGITANI

BUDIDAYA SAYURAN ORGANIK Pertanian organik adalah teknik budidaya tanaman tanpa memakai pupuk kimia dan pestisida kimia. Untuk meningkatkan keberhasilan budidaya sayuran organik, - Selengkapnya

Dilihat (27526) Komentar (3)
2015
Agu
12
penyakit kuning pada tanaman cabai
Oleh: Valiana Aprilleria

Assalamualaikum, Bapak/Ibu. Saya tim IGTF dari Magelang. Saya ingin bertanya mengenai penyebab penyakit kuning (daun kuning) pada tanaman cabai? Apakah - Selengkapnya

Dilihat (21118) Komentar (6)
2014
Jun
18
bagaimana cara penanggulangan hama burung pipit
Oleh: KIM Banjarjo Kota Tua

Kecamatan Padangan adalah salah satu Produsen Padi Terpenting diwilayah Kabupaten Bojonegoro bagian barat, luas sawah dikecamatan +/-  1000 hektar dan - Selengkapnya

Dilihat (19955) Komentar (4)
2014
Sep
17
daun padi menguning dan mati
Oleh: kim deru maju

Salam hormat. perkenalkan kami dari kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Deru maju dari Desa Deru Kecamatan Sumberrejo Kab. Bojonegoro Jatim. beberapa - Selengkapnya

Dilihat (18081) Komentar (8)

Berita

2020
Nov
13
ternak indonesia dilirik malaysia, jepang dan australia
Oleh: IPB DIGITANI

BOGOR -- Budi Susilo Setiawan, SPt, owner Mitra Tani Farm (Peternakan Domba Terpadu) berkesempatan membagi - Selengkapnya

Dilihat (832) Komentar (0)
2020
Okt
17
press conference - hari pangan sedunia dan launching indonesia food system summit 2021
Oleh: IPB DIGITANI

SIARAN PERS-KRKP-TANI CENTER LPPM IPB Saatnya Sistem Pangan yang berdaulat, adil dan resilien!   Bogor, 15 Oktober 2020 Peringatan - Selengkapnya

Dilihat (741) Komentar (0)
2020
Okt
16
webinar observasi & handling sampel hama dan penyakit tumbuhan dari lapangan
Oleh: IPB DIGITANI

Dalam rangka kegiatan identifikasi hama dan penyakit pada 4 koomoditas yaitu sirih, pinang, jambu mente, - Selengkapnya

Dilihat (707) Komentar (0)