Topik

2020
Mei
28
[Tapak Kebo] Guru Baru bernama Covid-19
Oleh: IPB DIGITANI | Kategori: Topik | Topik: Lainnya, Komunikasi, Agraria, Pengembangan Masyarakat, Ekologi Politik, Pembangunan Perdesaan, Budidaya, Penyuluhan, Penyuluhan Trasnformatif, Penyuluhan dan Kebijakan Pembangunan, Manajemen Penyuluhan, Kemiskinan, Pemasaran, Tata Ruang, Tanah, Kesuburan Tanah, Pencemaran Tanah, Bioremediasi Tanah, Reklamasi Tambang, Perubahan Iklim, Agribisnis, Kesehatan Tanaman, Hama dan Penyakit | Komoditas:

Di tengah pandemi virus corona yang menggegerkan dunia, ternyata kita masih mampu hidup seperti biasa.

Ada beberapa bagian yang sedikit berubah, namun sejauh ini kita masih dapat menyesuaikan.  Semoga kita menyadari dan mensyukuri bahwa kita masih disayang dan dikasihi Tuhan Allah Sang Murbeng Dumadi.  Apa saja yang bisa dipelajari...?

1. Kembali ke Jatidiri 
Pergulatan dengan dunia luar baik dalam tatanan hidup maupun tatanan sandang pangan, seringkali menjadi magnet hingga kita tanpa sadar bergeser dari diri sendiri.  Di situasi ini dimana disarankan untuk tetap menjaga jarak, hindari kerumunan dan tetap di rumah, menjadi kesempatan yang baik untuk ‘diam’. Melakukan pekerjaan domestik yang sering kita tunda, mengerjakan apa yang kita sukai atau menemukan kemampuan diri yang selama ini tidak pernah disempatkan. Diam juga untuk melakukan kilas balik perjalanan hidup. semuanya tampaknya menjadi aktivitas yang berguna.   
Kesempatan ini juga menjadi waktu yang tepat untuk mawas diri dan menggeser ke posisi yang pas (pener).  Leluhur kita dahulu, jika tertimpa masalah, hal utama yang dilakukan adalah ‘ndondhok’ atau melihat ke diri sendiri, mencari jawaban dan petunjuk.  Karena dukun yang paling sakti adalah diri sendiri.  Memposisikan juga berarti meng-kalibrasi (mrenahne-jawa) diri sendiri. Dimulai dari kita sebagai pribadi-pribadi dalam asuhan Yang Maha Kuasa.   menjadilah diri sejati.  Bagi orang jawa jadilah jawa, bagi orang sunda jadilah sunda, bagi orang dayak jadilah dayak dan seterusnya.   
Selain pada diri, perbaikan juga dilakukan kepada ‘tangga jiwa’, lalu melebar ke tangga wisma, tangga desa lan tangga negara.  Kadangkala kita mementingkan masyarakat yang jauh disana sebagai ‘tangga negara’, namun orang orang terdekat kita justru terabaikan. Menjadi pahlawan di luar, menjadi pencundang di keluarga sendiri. 


1. Berhenti sejenak dari semua aktivitas, diam, temui dan berdialoglah dengan diri sendiri

2. Mulailah dengan menerima diri kita seutuhnya, baik kelebihan maupun kelemahan

3. Gali dan renungi nilai-nilai hidup yang ada pada diri sendiri serta petuah dan teladan dari orang tua pendahulu kita.   

4. Sadari dan temukan kembali tujuan hidup.

5. Usahakan jatidiri dan tata nilai mewujud dalam sikap dan perilaku kita sehari-hari.ne 
 


Next: 

2. Nonton pagelaran wayang kulit

3. Menjauhi dari rumah sakit 

 

Anda harus Login untuk memberi Komentar

Daftar Komentar

Komentar tidak ditemukan

Terpopuler

2014
Okt
25
cara untuk membesarkan umbi bawang merah
Oleh: andi prasetyo

assalamualikum, saya andi mahasiswa igtf pekalongan 2014. petani di desa curug muncar kec.petungkriyono kab.pekalongan, ingin menanyakan pertanyaan dari petani tentang - Selengkapnya

Dilihat (34685) Komentar (16)
2013
Des
18
budidaya pertanian organik tanaman tanpa memakai pupuk kimia dan pestisida kimia
Oleh: IPB DIGITANI

BUDIDAYA SAYURAN ORGANIK Pertanian organik adalah teknik budidaya tanaman tanpa memakai pupuk kimia dan pestisida kimia. Untuk meningkatkan keberhasilan budidaya sayuran organik, - Selengkapnya

Dilihat (27018) Komentar (3)
2015
Agu
12
penyakit kuning pada tanaman cabai
Oleh: Valiana Aprilleria

Assalamualaikum, Bapak/Ibu. Saya tim IGTF dari Magelang. Saya ingin bertanya mengenai penyebab penyakit kuning (daun kuning) pada tanaman cabai? Apakah - Selengkapnya

Dilihat (20149) Komentar (6)
2014
Jun
18
bagaimana cara penanggulangan hama burung pipit
Oleh: KIM Banjarjo Kota Tua

Kecamatan Padangan adalah salah satu Produsen Padi Terpenting diwilayah Kabupaten Bojonegoro bagian barat, luas sawah dikecamatan +/-  1000 hektar dan - Selengkapnya

Dilihat (19592) Komentar (3)
2014
Sep
17
daun padi menguning dan mati
Oleh: kim deru maju

Salam hormat. perkenalkan kami dari kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Deru maju dari Desa Deru Kecamatan Sumberrejo Kab. Bojonegoro Jatim. beberapa - Selengkapnya

Dilihat (17316) Komentar (8)

Berita

2020
Nov
13
ternak indonesia dilirik malaysia, jepang dan australia
Oleh: IPB DIGITANI

BOGOR -- Budi Susilo Setiawan, SPt, owner Mitra Tani Farm (Peternakan Domba Terpadu) berkesempatan membagi - Selengkapnya

Dilihat (613) Komentar (0)
2020
Okt
17
press conference - hari pangan sedunia dan launching indonesia food system summit 2021
Oleh: IPB DIGITANI

SIARAN PERS-KRKP-TANI CENTER LPPM IPB Saatnya Sistem Pangan yang berdaulat, adil dan resilien!   Bogor, 15 Oktober 2020 Peringatan - Selengkapnya

Dilihat (604) Komentar (0)
2020
Okt
16
webinar observasi & handling sampel hama dan penyakit tumbuhan dari lapangan
Oleh: IPB DIGITANI

Dalam rangka kegiatan identifikasi hama dan penyakit pada 4 koomoditas yaitu sirih, pinang, jambu mente, - Selengkapnya

Dilihat (598) Komentar (0)