Topik

2015
Agu
08
Hama dan penyakit tanaman di Kec. Kintamani, Kab. Bangli
Oleh: Aji Permana | Kategori: Topik | Topik: Budidaya, Tanah, Kesuburan Tanah, Pencemaran Tanah, Bioremediasi Tanah, Kesehatan Tanaman, Hama dan Penyakit | Komoditas: Hortikultura, Hortikultura Buah, Semangka, Pepaya, Jambu Kristal, Manggis, Melon, Buah Naga, Hortikultura Sayur

om swastyastu, Selamat siang. 

Kami dari tim IGTF Bangli 2015 ingin bertanya meneganai hama dan penyakit tanaman pada tanaman jeruk di Kabupaten Bangli khususnya Kecamatan Kintamani. Ingin menanyakan beberapa permasalahan yang ada di lokasi (lapangan), diantaranya:

  1. penyakit diplodia basah dan kering
  2. kutu kebul
  3. embun jelaga
  4. kutu perisai
  5. Bercak kuning akibat gemini virus
  6. Dosis pemupukan yang tepat untuk tanaman jeruk dan cabai

Sebenarnya kami sudah mencari dari beberapa sumber dan internet, namun hasil yang didapat banyak versi sehingga kami ingin mendapatkan jawaban yang tepat dari para pakar di IPB yang bisa kami jadikan referensi untuk menyampaikan solusi kepada masyarakat pada saat sosialisasi di lapangan. kami berharap setiap poin diatas dapat dijelaskan baik dari segi penyebaran (penyebab), akibat fatal yang mungkin terjadi jika tidak segera ditangani, cara penanggulangan serta cara pencegahan baik secara alami maupun menggunakan obat yg instan yang mudah didapatkan di toko-toko pertanian.

Terimakasih

om santi santi santi om

 

 

Anda harus Login untuk memberi Komentar

Daftar Komentar

16 Agu 2015 02:48:04 - UMAR MUHAMAD

Disini saya akan memberikan komentar mengenai topik yang sedang dibicarakan.


12 Agu 2015 20:48:21 - DR. WIDODO

Penyakit Diplodia atau dikenal penyakit blendok disebabkan oleh cendawan patogen yang bersifat lemah, artinya penyakit ini akan banyak terjadi jika tanaman dalam kondisi lemah yang diakibatkan oleh cara-cara budidaya yang menyebabkan tanaman stress.  Selain itu penyebab penyakit ini  dapat bertahan hidup di dalam tanah (bersifat soil borne), dengan demikian jika individu atau areal tanaman sudah terserang, maka sudah dapat dipastikan penyebabnya berada pertanaman tersebut.  

Cendawan penyebab penyakit yang sudah berada di dalam tanah juga dapat dipencarkan dari satu tempat ke tempat lain melalui  aliran air ataupun terbawa oleh kaki pekerja maupun hewan yang melalui daerah tersebut.   Namun demikian, jika pertanaman dapat dijaga dengan budidaya dan perawatan yang baik sehingga kondisi tanaman dapat maksimal dalam proses fisiologisnya, diharapkan akibat serangan akan dapat ditekan sebanyak mungkin.

Dari hasil wawancara dan pengamatan di lapang, beberapa cara budidaya penyebab tanaman stress yang dilakukan oleh petani antara lain: (1) Pemberian pupuk kandang yang belum matang; (2) Pemberian pupuk (baik organik maupun anorganik) yang kurang memadai dalam pemeliharaan setelah setelah masa panen selesai; (3) Penggunaan herbisida yang berlebihan dalam mengendalikan rumput; (4) Beberapa kasus penundaan panen karena harga yang rendah juga dapat menyebabkan tanaman terkuras nutrisinya; (5) Dari hasil wawancara dengan petani, penggunaan pupuk kandang ayam yang banyak mengandung N, pada awalnya pertumbuhan tanaman sangat baik, tetapi selanjutnya timbul masalah.


STRATEGI PENANGGULANGAN

Strategi utama dalam menanggulangi permasalahan kesehatan tanaman pamelo di Magetan, yang dalam hal ini disebabkan oleh cendawan Lasiodiplodia theobromae, adalah melalui cara budidaya untuk meningkatkan kebugaran tanaman dan mengurangi stres, sehingga diharapkan tanaman akan terhindar oleh penyakit tersebut dan mengurangi inokulum patogen sudah berada di dalam tanah. 

Karena keadaan serangan penyakit blendok di pertanaman bervariasi pada setiap individu tanaman, maka strategi yang dilakukan juga berbeda.  Kriteria serangan penyakit blendok pada jeruk dikategorikan sebagai berikut: (1) Sangat Berat: lebih dari 75% lingkar batang utama sudah terserang, lebih dari 75% tajuk mulai menguning atau daun gugur, atau tanaman mati; (2) Berat: batang utama masih sehat, 50-75% cabang utama  terserang tetapi belum melingkari cabang atau lebih dari 75% cabang sekunder mulai menunjukkan gejala keretakan, tajuk yang menguning atau gugur sekitar 50%; (3) Sedang: batang utama sehat, cabang utama terserang kurang dari 50%, tajuk menguning atau gugur 25-50%; (4) Ringan: batang utama sehat, cabang utama terserang kurang dari 25%, tajuk menguning atau gugur kurang dari 25%; (5) Sehat: batang utama, cabang utama, dan cabang lainnya dalam keadaan sehat, lebih dari 90% tajuk hijau normal.


Strategi pengelolaan penyakit blendok berdasar kategori serangan

(1) Sangat berat atau mati
Replanting dengan bibit sehat, Solarisasi* tanah bekas tanam, pemberian kompos (pupuk kandang matang), perlakuan bibit dan pertanaman dengan bakteri pemacu pertumbuhan tanaman (Plant Growth Promoting Rhizobacteria / PGPR), penyemprotan pupuk organik cair stimulan ketahanan, dan aplikasi pupuk anorganik 75% dosis anjuran.

(2) Berat 
Solarisasi tanah, Pengerokan batang/cabang sakit dan diolesi dengan bubur California atau Bubur Bordeaux, pemberian kompos, penyiraman tanaman dengan bakteri pemacu pertumbuhan tanaman (Plant Growth Promoting Rhizobacteria / PGPR), penyemprotan pupuk organik cair stimulan ketahanan, aplikasi pupuk anorganik sesuai anjuran.  Penyiangan gulma dengan pembabatan.
Yang dimaksud dengan solarisasi tanah adalah tanah bekas tanaman yang ditebang (replanting) diolah, diberi kompos, dan dibasahi, kemudian ditutup dengan plastik bening (ketebalan 0,05 mm) dan dibiarkan terkena sinar matahari selama 3 – 4 minggu.  Kemudian baru dilakukan penanaman.

(3) Sedang 
Pengerokan batang/cabang sakit dan diolesi dengan bubur California atau Bubur Bordeaux, pemberian kompos, penyiraman tanaman dengan bakteri pemacu pertumbuhan tanaman (Plant Growth Promoting Rhizobacteria / PGPR), penyemprotan pupuk organik cair stimulan ketahanan, aplikasi pupuk anorganik sesuai anjuran.  Penyiangan gulma dengan pembabatan.

(4) Ringan 
Pengerokan batang/cabang sakit dan diolesi dengan bubur California atau Bubur Bordeaux, pemberian kompos, penyiraman tanaman dengan bakteri pemacu pertumbuhan tanaman (Plant Growth Promoting Rhizobacteria / PGPR), penyemprotan pupuk organik cair stimulan ketahanan, aplikasi pupuk anorganik 50% dosis anjuran.  Penyiangan gulma dengan pembabatan.

(5) Sehat
Pemberian kompos, penyiraman tanaman dengan bakteri pemacu pertumbuhan tanaman (Plant Growth Promoting Rhizobacteria / PGPR), penyemprotan pupuk organik cair stimulan ketahanan, aplikasi pupuk anorganik 50% dosis anjuran.  Penyiangan gulma dengan pembabatan.

Widodo Wiromihardjo
Klinik Tanaman, IPB

 


Terpopuler

2014
Okt
25
cara untuk membesarkan umbi bawang merah
Oleh: andi prasetyo

assalamualikum, saya andi mahasiswa igtf pekalongan 2014. petani di desa curug muncar kec.petungkriyono kab.pekalongan, ingin menanyakan pertanyaan dari petani tentang - Selengkapnya

Dilihat (34987) Komentar (16)
2013
Des
18
budidaya pertanian organik tanaman tanpa memakai pupuk kimia dan pestisida kimia
Oleh: IPB DIGITANI

BUDIDAYA SAYURAN ORGANIK Pertanian organik adalah teknik budidaya tanaman tanpa memakai pupuk kimia dan pestisida kimia. Untuk meningkatkan keberhasilan budidaya sayuran organik, - Selengkapnya

Dilihat (27525) Komentar (3)
2015
Agu
12
penyakit kuning pada tanaman cabai
Oleh: Valiana Aprilleria

Assalamualaikum, Bapak/Ibu. Saya tim IGTF dari Magelang. Saya ingin bertanya mengenai penyebab penyakit kuning (daun kuning) pada tanaman cabai? Apakah - Selengkapnya

Dilihat (21118) Komentar (6)
2014
Jun
18
bagaimana cara penanggulangan hama burung pipit
Oleh: KIM Banjarjo Kota Tua

Kecamatan Padangan adalah salah satu Produsen Padi Terpenting diwilayah Kabupaten Bojonegoro bagian barat, luas sawah dikecamatan +/-  1000 hektar dan - Selengkapnya

Dilihat (19955) Komentar (4)
2014
Sep
17
daun padi menguning dan mati
Oleh: kim deru maju

Salam hormat. perkenalkan kami dari kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Deru maju dari Desa Deru Kecamatan Sumberrejo Kab. Bojonegoro Jatim. beberapa - Selengkapnya

Dilihat (18081) Komentar (8)

Berita

2020
Nov
13
ternak indonesia dilirik malaysia, jepang dan australia
Oleh: IPB DIGITANI

BOGOR -- Budi Susilo Setiawan, SPt, owner Mitra Tani Farm (Peternakan Domba Terpadu) berkesempatan membagi - Selengkapnya

Dilihat (832) Komentar (0)
2020
Okt
17
press conference - hari pangan sedunia dan launching indonesia food system summit 2021
Oleh: IPB DIGITANI

SIARAN PERS-KRKP-TANI CENTER LPPM IPB Saatnya Sistem Pangan yang berdaulat, adil dan resilien!   Bogor, 15 Oktober 2020 Peringatan - Selengkapnya

Dilihat (741) Komentar (0)
2020
Okt
16
webinar observasi & handling sampel hama dan penyakit tumbuhan dari lapangan
Oleh: IPB DIGITANI

Dalam rangka kegiatan identifikasi hama dan penyakit pada 4 koomoditas yaitu sirih, pinang, jambu mente, - Selengkapnya

Dilihat (707) Komentar (0)