Komoditas

2019
Jan
03
Budidaya Tanaman Kopi
Oleh: IPBCYBEX | Kategori: Komoditas | Topik: Agraria, Pengembangan Masyarakat, Budidaya, Agribisnis | Komoditas: Kehutanan/Perkebunan

BUDIDAYA TANAMAN KOPI

Kopi (Coffea sp.) merupakan salah satu komoditas ekspor penting dari Indonesia. Hal tersebut dibuktikan dengan Indonesia berperan sebagai produsen kopi ke-4 di dunia setelah brazil, vietnam, dan columbia. Produksi rata-rata sebesar 685 ribu ton/tahun (8,9% kebutuhan kopi dunia). Hal tersebut berpengaruh terhadap peningkatan produk kopi olahan dalam negeri sebesar 7% per tahun, (Menteri Perindustrian 2016). Jenis robusta dan arabika merupakan dua jenis kopi yang sering ditanam di Indonesia.

 

CUACA DADN IKLIM

 

1. Kopi Robusta

Kopi robusta dapat tumbuh pada ketinggian 400-800 mdpl. Di luar daerah asalnya, kopi robusta dapat tumbuh baik pada daerah dengan suhu tahunan rata-rata 22-26°C. Menurut Djaenudin et al. (2003), kondisi optimal untuk pertumbuhan kopi robusta adalah pada daerah dengan kisaran suhu 22-25oC, curah hujan 2.000-3.000 mm/tahun, dan 2-3 bulan kering.

 

2. Kopi Arabika

Kopi arabika tumbuh dan berproduksi dengan baik di dataran tinggi tropis. Pertumbuhan, produktivitas, dan kualitas kopi arabika dipengaruhi oleh ketinggian tempat, panjang periode gelap dan terang (fotoperiodisme), distribusi hujan, dan suhu udara (Sihaloho 2009). Tempat yang sesuai bagi pertumbuhan kopi arabika berkisar antara 1.000-1.700 mdpl. Pada lokasi dengan ketinggian 1.700 mdpl produksinya tidak optimal karena pertumbuhan vegetatif lebih cepat dari generatif. Suhu udara yang optimum untuk pertumbuhan kopi arabika berkisar antara 18-23°C dengan curah hujan 1.600- 2.000 mm/tahun dengan bulan kering 3-4 bulan (Sylvain 1955).

 

BUDIDAYA

 

PERSIAPAN LAHAN

Persiapan lahan bukan hanya membersihkan semua tumbuhan yang tidak dikehendaki yang ada di atas permukaan tanah, tetapi juga memberikan ruang yang seluas-luasnya di dalam tanah untuk tumbuh-kembang perakaran tanaman budidaya. Di sisi lain, tanaman kopi merupakan tanaman yang sepanjang hidupnya memerlukan naungan sehingga penyiapan tanaman penaung merupakan aspek dalam persiapan lahan. Terkait dengan pilihan kegiatan tumpangsari dengan tanaman lain untuk mengoptimalkan penggunaan lahan, maka akan menjadi pertimbangan khusus dalam menentukan jarak dan arah barisan tanaman.

 

PERSIAPAN TANAM DAN PENANAMAN 

1. Pemilihan Varietas/Klon Kopi

2. Pembibitan : Secara generatif dengan benih/ biji, terutama untuk jenis kopi Arabika. Secara vegetatif dengan stek atau sambung, terutama untuk jenis kopi Robusta.

 

PENGENDALIAN GULMA, HAMA, DAN PENYAKIT

1. Secara manual: dipungut dengan tangan

2. Fisik/Mekanis: Atraktan dan perangkap (Hypotan utk PBKo)

3. Kultur teknis: Tanaman resisten (BP308, Komasti=Komposit Andungsari 3)

4. Hayati: Trichoderma sp utk CAP, Beauveria sp utk PBKo

5. Kimia: Pestisida

6. Pengendalian hama dan penyakit terpadu (PHT)

7. Pemupukan (Indonesian Coffee and Cocoa Research Institute 2013)

8. Pupuk diberikan setahun 2 kali, pada awal dan akhir musim hujan.

9. Pembersihan lahan sebelum pemupukan.

10. Pupuk ditaburkan di sekeliling batang kopi, pada jarak 30–50 cm dari batang.  Sebelum pemupukan, rumput di sekeliling batang dibersihkan dulu. Setelah ditabur, pupuk ditutup dengan tanah.

11. Pemupukan bibit bisa dilakukan secara massal dengan mencairkan pupuk, sehingga pemupukan digabung dengan penyiraman.

 

PEMANGKASAN

Sistem pemangkasan :

1. Pangkasan bentuk: pada TBM, umur ≤ 2 tahun), membentuk tanaman.

2. Pangkasan pemeliharaan/produksi: pada TM, memelihara/ mempertahankan bentuk tanaman.

3. Pangkasan rejuvenasi: peremajaan batang.

4. Bentuk dan komposisi tanaman kopi yang baik: 30% cabang muda, 30% cabang berbuah satu kali, 30% cabang berbuah dua kali, 10% cabang berbuah 3 kali.

Kegunaan :

1. Pemangkasan dilakukan untuk mempermudah pemanenan dan perawatan. Selain itu juga untuk kesehatan tanaman.

2. Pada Robusta: membentuk cabang-cabang produksi yang baru secara rutin dalam jumlah yang pas.

3. Pada Arabika: menghilangkan cabang tua, cabang liar, cabang balik, cabang cacing, dan cabang yang tidak dikehendaki. 

4. Memberikan tempat masuknya cahaya.

5. Memudahkan pengendalian hama penyakit.

6. Mengurangi terjadinya perubahan hasil yang naik turun serta dampak dari pembuahan yang berlebih.

 

PENGELOLAHAN TANAMAN PELINDUNG

1. Sementara: Moghania sp., jagung, terong belanda. Ditanam di antara barisan tanaman kopi.

2. Tetap        : lamtoro, kihujan, petai, tanaman kehutanan (surian, mindi, damar, kayu manis, dll.). Ditanam pada titik tengah diagonal tanaman kopi.

 

KONSERVASI TANAH DAN AIR (RORAK & TERAS) 

1. Memperbaiki teras

2. Membuat rorak

 

Oleh : Dr. Ir. Ade Wachjar, M.S.

 

Anda harus Login untuk memberi Komentar

Daftar Komentar

Komentar tidak ditemukan

Terpopuler

2013
Des
18
budidaya pertanian organik tanaman tanpa memakai pupuk kimia dan pestisida kimia
Oleh: IPBCYBEX

BUDIDAYA SAYURAN ORGANIK Pertanian organik adalah teknik budidaya tanaman tanpa memakai pupuk kimia dan pestisida kimia. Untuk meningkatkan keberhasilan budidaya sayuran organik, - Selengkapnya

Dilihat (20442) Komentar (0)
2014
Okt
25
cara untuk membesarkan umbi bawang merah
Oleh: andi prasetyo

assalamualikum, saya andi mahasiswa igtf pekalongan 2014. petani di desa curug muncar kec.petungkriyono kab.pekalongan, ingin menanyakan pertanyaan dari petani tentang - Selengkapnya

Dilihat (19108) Komentar (0)
2014
Jun
18
bagaimana cara penanggulangan hama burung pipit
Oleh: KIM Banjarjo Kota Tua

Kecamatan Padangan adalah salah satu Produsen Padi Terpenting diwilayah Kabupaten Bojonegoro bagian barat, luas sawah dikecamatan +/-  1000 hektar dan - Selengkapnya

Dilihat (13050) Komentar (1)
2013
Des
15
budidaya jambu biji varietas kristal (psidium guajava)
Oleh: IPBCYBEX

Jambu biji varietas kristal merupakan mutasi dari residu Muangthai Pak, diketemukan pada tahun 1991 distric Kao Shiung. Diperkenal di Indonesia - Selengkapnya

Dilihat (9969) Komentar (1)
2015
Agu
12
penyakit kuning pada tanaman cabai
Oleh: Valiana Aprilleria

Assalamualaikum, Bapak/Ibu. Saya tim IGTF dari Magelang. Saya ingin bertanya mengenai penyebab penyakit kuning (daun kuning) pada tanaman cabai? Apakah - Selengkapnya

Dilihat (8490) Komentar (2)

Berita

2016
Apr
18
seminar menuju swasembada pangan 2017
Oleh: IPBCYBEX

Dalam rangka mendukung gerakan Swasembada Pangan, Kami Rumah Menanam Indonesia akan mengadakan : "Seminar Menuju Swasembada - Selengkapnya

Dilihat (1228) Komentar (0)
2015
Des
18
pelatihan jurnalisme petani dalam rangka penguatan komunitas pengguna cybex ipb 2015
Oleh: IPBCYBEX

PELATIHAN JURNALISME PETANI DALAM RANGKA PENGUATAN KOMUNITAS PENGGUNA CYBEX IPB   Tempat            : Hotel Salak Tanggal           : 5-7 - Selengkapnya

Dilihat (1231) Komentar (0)
2015
Des
08
rasa pahit cabai petani magelang
Oleh: IPBCYBEX

RASA PAHIT CABAI PETANI MAGELANG Bulan penghujan Desember 2015  hingga nanti awal tahun 2015 sekitar bulan - Selengkapnya

Dilihat (975) Komentar (0)