Berita

2020
Nov
13
Ternak Indonesia Dilirik Malaysia, Jepang dan Australia
Oleh: IPB DIGITANI | Kategori: Berita | Topik: | Komoditas:

BOGOR -- Budi Susilo Setiawan, SPt, owner Mitra Tani Farm (Peternakan Domba Terpadu) berkesempatan membagi pengalamannya dalam bidang usaha peternakan kepada mahasiswa IPB University angkatan 57 pada Rabu (11/11).

Budi Susilo telah memulai bisnis peternakannya sejak tahun 2002, ketika ia masih berada di tahun kedua perkuliahan.

“Mengapa peternakan? Alasan pertama karena ada potensi. Negara Indonesia adalah negara agraris, seharusnya bisa mengekspor produk pertanian. Tapi faktanya sampai dengan hari ini kita masih impor. Kalau pun tidak impor setidaknya swasembada. Tidak ada yang salah dengan impor, yang salah adalah jika kita keasikan impor dan lupa membangkitkan potensi kita sendiri,” kata Budi Susilo mengawali paparannya.

Alumnus IPB University dari Fakultas Peternakan angkatan 37 ini memaparkan berbagai potensi besar dari hewan ternak Indonesia.

“Alasan kedua, kita memiliki sumber plasma nutfah. Ayam kampung kita dikenal dunia dengan daya adaptasi yang tinggi, gennya sering dimanfaatkan. Tapi terkadang kita tidak sadar. Jepang sedang melakukan penelitian terhadap ayam kampung kita. Jangan kaget jika nanti muncul ayam khas Jepang yang tetuanya adalah ayam kampung kita,” lanjut Budi Susilo dalam rilis yang diterima Republika.co.id.

Potensi lainnya adalah kambing Etawa. Budi Susilo menyampaikan bahwa ia mendapati pengusaha asal Malaysia datang ke Kali Gesing, Purworejo, Jawa Tengah untuk mengumpulkan kambing Etawa berkualitas tinggi yang kemudian dikirim langsung ke Malaysia dengan pesawat khusus. Kemudian Malaysia memproduksi berbagai produk turunan dari susu kambing Etawa, seperti lulur susu kambing, sabun susu kambing serta susu kambing bubuk. Produk-produk tersebut akhirnya dipasarkan kembali ke negara-negara tetangga termasuk Indonesia.

“Terkait domba, salah satu potensi kita adalah Domba Garut. Peneliti dari Australia mencoba menyilangkan bibit unggul Domba Garut dengan domba lokal mereka untuk kembali dipasarkan di Indonesia. Karena jika mereka memasarkan domba dari Australia, di Indonesia kurang diminati. Domba yang diminati Indonesia berkisar antara 20-30 kilogram saja,” imbuhnya.

Potensi peternakan Indonesia juga pada hewan ternak sapi, salah satunya Sapi Bali. Seperti yang Budi Susilo sampaikan, lagi-lagi negara Malaysia selangkah di depan. Malaysia mengimpor Sapi Bali dan mengembangkan genetikanya, sehingga populasi Sapi Bali di sana bahkan lebih besar dibanding yang ada di Indonesia.

Budi Susilo mewanti-wanti jika Indonesia tidak kunjung menyadari potensi-potensi ini, maka jangan heran jika suatu saat Indonesia harus impor Sapi Bali dari Malaysia, Domba Garut dari Australia, atau ayam dari Jepang.

“Kekurangan kita adalah masih kurangnya perhatian kita pada sektor pertanian terpadu. Sehingga banyak peternak yang masih menerapkan sistem peternakan konvensional. Di sinilah perlu transfer ilmu dan teknologi kepada petani-petani kita. Jika mereka dibiarkan menjadi single fighter dengan teknologi sederhana, akan kasihan. Jadi bagusnya kita serius membangun desa. Dari desa yang maju, maka kota akan maju,” tandasnya.

Sumber: republika.co.id

 

Anda harus Login untuk memberi Komentar

Daftar Komentar

Komentar tidak ditemukan

Terpopuler

2014
Okt
25
cara untuk membesarkan umbi bawang merah
Oleh: andi prasetyo

assalamualikum, saya andi mahasiswa igtf pekalongan 2014. petani di desa curug muncar kec.petungkriyono kab.pekalongan, ingin menanyakan pertanyaan dari petani tentang - Selengkapnya

Dilihat (30928) Komentar (9)
2013
Des
18
budidaya pertanian organik tanaman tanpa memakai pupuk kimia dan pestisida kimia
Oleh: IPB DIGITANI

BUDIDAYA SAYURAN ORGANIK Pertanian organik adalah teknik budidaya tanaman tanpa memakai pupuk kimia dan pestisida kimia. Untuk meningkatkan keberhasilan budidaya sayuran organik, - Selengkapnya

Dilihat (24782) Komentar (3)
2014
Jun
18
bagaimana cara penanggulangan hama burung pipit
Oleh: KIM Banjarjo Kota Tua

Kecamatan Padangan adalah salah satu Produsen Padi Terpenting diwilayah Kabupaten Bojonegoro bagian barat, luas sawah dikecamatan +/-  1000 hektar dan - Selengkapnya

Dilihat (17632) Komentar (2)
2015
Agu
12
penyakit kuning pada tanaman cabai
Oleh: Valiana Aprilleria

Assalamualaikum, Bapak/Ibu. Saya tim IGTF dari Magelang. Saya ingin bertanya mengenai penyebab penyakit kuning (daun kuning) pada tanaman cabai? Apakah - Selengkapnya

Dilihat (14829) Komentar (6)
2013
Des
15
budidaya jambu biji varietas kristal (psidium guajava)
Oleh: IPB DIGITANI

Jambu biji varietas kristal merupakan mutasi dari residu Muangthai Pak, diketemukan pada tahun 1991 distric Kao Shiung. Diperkenal di Indonesia - Selengkapnya

Dilihat (13316) Komentar (1)

Berita

2020
Nov
13
ternak indonesia dilirik malaysia, jepang dan australia
Oleh: IPB DIGITANI

BOGOR -- Budi Susilo Setiawan, SPt, owner Mitra Tani Farm (Peternakan Domba Terpadu) berkesempatan membagi - Selengkapnya

Dilihat (84) Komentar (0)
2020
Okt
17
press conference - hari pangan sedunia dan launching indonesia food system summit 2021
Oleh: IPB DIGITANI

SIARAN PERS-KRKP-TANI CENTER LPPM IPB Saatnya Sistem Pangan yang berdaulat, adil dan resilien!   Bogor, 15 Oktober 2020 Peringatan - Selengkapnya

Dilihat (128) Komentar (0)
2020
Okt
16
webinar observasi & handling sampel hama dan penyakit tumbuhan dari lapangan
Oleh: IPB DIGITANI

Dalam rangka kegiatan identifikasi hama dan penyakit pada 4 koomoditas yaitu sirih, pinang, jambu mente, - Selengkapnya

Dilihat (142) Komentar (0)