Berita

2019
Jul
15
Waspada Hama Invasif Ulat Grayak Jagung (Spodoptera frugiperda)!
Oleh: IPB DIGITANI | Kategori: Berita | Topik: Kesehatan Tanaman, Hama dan Penyakit | Komoditas: Tanaman Pangan

Tanaman Jagung di Indonesia tengah mengalami ancaman serangan Hama Ulat Grayak Jagung (UGJ). Hama ini menyebar di berbagai wilayah di dunia yang terbukti di 2016 telah masuk di wilayah afrika hingga 2019 menjadi masalah di Indonesia. Serangan berat hama ini bisa menimbulkan kehilangan hasil hingga 30%.

 

Departemen Proteksi Tanaman IPB telah mewaspadai serangan Ulat Grayak Jagung sejak masuk di India dan Thailand dengan membuat tim khusus penanganan  UGJ. Berdasarkan temuan lapang tim UGJ IPB, UGJ telah menyerang tanaman jagung di berbagai wilayah yaitu Pasaman Barat, Bogor, dan Lebak. Selain itu laporan serangan UGJ juga diterima dari beberapa wilayah di Jawa, Sumatera, dan Kalimantan.

 

Sebaran serangan UGJ di Indonesia (dok. Dewi Sartiami)

 

Dra. Dewi Sartiami, M. Si, Tim UGJ IPB, mengungkapkan bahwa temuannya di lapangan sudah membuktikan bahwa UGJ telah masuk ke Indonesia. Terdapat ciri-ciri morfologi khusus yang membedakan antara UGJ dengan ulat grayak yang lain.

 

“Di bagian kepala terdapat motif ‘Y’ terbalik dan di segmen 8 abdomen terdapat 4 spot membentuk bujur sangkar. Di segmen sebelumnya juga terdapat 4 spot membentuk trapesium. Ketiga ciri tersebut merupakan ciri yang paling gampang ditemui.”

 

Morfologi Ulat Grayak Jagung (Dok. Tim UGJ IPB) Morfologi.PNG

 

Dewi juga menambahkan bahwa UGJ tidak hanya menyerang daun namun juga menyerang tongkol dan bunga jagung.

 

UGJ perlu diwaspadai sebagai ancaman serius produksi pangan Indonesia. Pasalnya hama ini dapat berpotensi menyerang tanaman padi. Selain itu, wilayah Indonesia merupakan salah satu wilayah di dunia yang memiliki kesesuaian iklim dengan pertumbuhan dan perkembangan UGJ.

 

“Terdapat 2 strain hama ini yaitu strain C (Corn strain) dan strain R (Rice strain). Strain C  dapat menyerang tanaman jagung, sorgum, dan kapas. Sedangkan strain R dapat menyerang tanaman jagung, padi, dan rerumputan. Selain potensi serangan pada tanaman lain, wilayah geografi Indonesia masuk dalam salah satu wilayah di dunia yang berpotensi untuk pertumbuhan dan perkembangan UGJ.”, Papar Prof. Dr. Ir. Aunu Rauf, M.Sc, Guru Besar Proteksi Tanaman IPB, dalam kegiatan FGD “Respon Cepat Invasi Ulat Grayak Jagung (Spodoptera frugiperda): Strategi Pengendalian dan Rekomendasi Kebijakan” yang diselenggarakan oleh Departemen Proteksi Tanaman IPB (15/07).

 

Kesesuaian Iklim dalam Penyebaran Spodoptera frugiperda di dunia (Dok. Dewi Sartiami)

 

Sementara itu, Aunu juga mengungkapkan bahwa kita perlu menerapkan prinsip pengendalian hama terpadu (PHT) agar agroekosistem membaik. Upaya penerapan PHT dapat dilakukan terutama dalam hal pemantauan sedini mungkin dan menghindari penggunaan insektsisida.

 

“Pemantauan sedini mungkin dengan mengumpulkan kelompok telur dan larva dapat menjadi langkah awal pengendalian. Tidak perlu panik, hindari penggunaan insektisida agar musuh alami dapat beradaptasi. Selain itu penggunaan insektisida  juga kurang efektif karena larva bersembunyi di dalam pucuk dan larva berukuran besar toleran terhadap insektisida,”

 

Sementara itu, Tim UGJ IPB telah menemukan musuh alami yang berpotensi untuk mengendalikan UGJ, yaitu Metharizium rileyi. Namun dalam hal penyebaran di kalangan petani, perlu ada fasilitas dan SOP yang memadai agar musuh alami dapat efektif dan berkembang dengan baik.

 

Dr.Ir. Suryo Wiyono, M.Sc.Agr, Ketua Departemen Proteksi Tanaman IPB, menyampaikan bahwa perlu sinergi yang selaras dari berbagai pihak untuk mengatasi masalah UGJ dari hal teknis hingga kebijakan.

 

“Sinergi antar perguruan tinggi, pemerintah, petani, dan petugas lapangan perlu diselaraskan untuk segera merespon serangan UGJ baik dalam hal teknis maupun kebijakan.” Kata Suryo.

 

Penulis: WR. Nanta

Dokumentasi: Tim UGJ IPB

 

Anda harus Login untuk memberi Komentar

Daftar Komentar

07 Jun 2021 07:47:20 - JOEL FERNANDO SIRAIT

Sekitar 90% tanaman jagung di desa saya terserang UGJ ini bapak/ibu. Bisa dibantu untuk penanganannya bapak/ibu menggunakan jamur metharizium rileyi? Atau bagaimana cara memperoleh jamur ini? Trimakasih


Terpopuler

2014
Okt
25
cara untuk membesarkan umbi bawang merah
Oleh: andi prasetyo

assalamualikum, saya andi mahasiswa igtf pekalongan 2014. petani di desa curug muncar kec.petungkriyono kab.pekalongan, ingin menanyakan pertanyaan dari petani tentang - Selengkapnya

Dilihat (35158) Komentar (16)
2013
Des
18
budidaya pertanian organik tanaman tanpa memakai pupuk kimia dan pestisida kimia
Oleh: IPB DIGITANI

BUDIDAYA SAYURAN ORGANIK Pertanian organik adalah teknik budidaya tanaman tanpa memakai pupuk kimia dan pestisida kimia. Untuk meningkatkan keberhasilan budidaya sayuran organik, - Selengkapnya

Dilihat (27835) Komentar (3)
2015
Agu
12
penyakit kuning pada tanaman cabai
Oleh: Valiana Aprilleria

Assalamualaikum, Bapak/Ibu. Saya tim IGTF dari Magelang. Saya ingin bertanya mengenai penyebab penyakit kuning (daun kuning) pada tanaman cabai? Apakah - Selengkapnya

Dilihat (21915) Komentar (6)
2014
Jun
18
bagaimana cara penanggulangan hama burung pipit
Oleh: KIM Banjarjo Kota Tua

Kecamatan Padangan adalah salah satu Produsen Padi Terpenting diwilayah Kabupaten Bojonegoro bagian barat, luas sawah dikecamatan +/-  1000 hektar dan - Selengkapnya

Dilihat (20122) Komentar (4)
2014
Sep
17
daun padi menguning dan mati
Oleh: kim deru maju

Salam hormat. perkenalkan kami dari kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Deru maju dari Desa Deru Kecamatan Sumberrejo Kab. Bojonegoro Jatim. beberapa - Selengkapnya

Dilihat (18463) Komentar (8)

Berita

2020
Nov
13
ternak indonesia dilirik malaysia, jepang dan australia
Oleh: IPB DIGITANI

BOGOR -- Budi Susilo Setiawan, SPt, owner Mitra Tani Farm (Peternakan Domba Terpadu) berkesempatan membagi - Selengkapnya

Dilihat (877) Komentar (0)
2020
Okt
17
press conference - hari pangan sedunia dan launching indonesia food system summit 2021
Oleh: IPB DIGITANI

SIARAN PERS-KRKP-TANI CENTER LPPM IPB Saatnya Sistem Pangan yang berdaulat, adil dan resilien!   Bogor, 15 Oktober 2020 Peringatan - Selengkapnya

Dilihat (796) Komentar (0)
2020
Okt
16
webinar observasi & handling sampel hama dan penyakit tumbuhan dari lapangan
Oleh: IPB DIGITANI

Dalam rangka kegiatan identifikasi hama dan penyakit pada 4 koomoditas yaitu sirih, pinang, jambu mente, - Selengkapnya

Dilihat (764) Komentar (0)