Berita

2014
Jul
22
Bahas Padi Hibrida Sembada, Diperta Bojonegoro Dialog dengan Kelompok Tani Ngambon
Oleh: KIM DJANGGLENG | Kategori: Berita | Topik: Agraria | Komoditas: Tanaman Pangan, Padi

Senin (21/07/2014), 4 (empat) orang petugas dari  Dinas Pertanian (Diperta) Bojonegoro datang ke Desa Ngambon. Maksud kedatangan mereka adalah menyampaikan beberapa permasalahan terkait dengan usulan Bantuan benih padi hibrida yang diusulkan melalui Musrenbang beberapa waktu lalu. Di hadapan perwakilan 5 kelompok tani se kecamatan ngambon, Kabid Produksi, Rohmat Harianto, SP.MM, mengungkapkan bahwa untuk saat ini, persediaan padi hibrida varietas Devgen (DG) sedang kosong. Hal tersebut dikarenakan, PT. SHS sebagai penyedia tunggal yang ditunjuk Kementan sedang mengalami pailit (baca:kolaps). Sehingga, otomatis PT tersebut tidak dapat memenuhi permintaan petani. “Untuk sementara, kami tidak dapat memenuhi usulan bantuan padi hibrida jenis DG berkaitan dengan hal tersebut (PT. SHS),” jelas Rohmat. Oleh karena itu, Diperta belum bisa memastikan kapan akan dilakukan pelelangan. Sambil menunggu adanya kesiapan barang, maka Diperta dengan didampingi Kepala UPTD Pertanian Kecamatan Ngambon, Djoko Widarto, SST berdiskusi dengan kelompok tani tentang teknik menanam padi Hibdrida varietas Sembada.
Menurut Sutopo, wakil Poktan Desa Ngambon, menanam padi varietas Sembada masih belum menunjukkan hasil panen yang memuaskan. Mungkin teknik yang kurang tepat atau sebab lain yang mengakibatkan terkendalanya tanam padi Sembada khususnya di wilayah ngambon. Menanggapi hal tersebut, menurut Djoko widarto, SST, kemungkinan pada saat tanam padi varietas ini kekurangan air sehingga bibitnya terlanjur tua. Padahal padi ini ditanam saat musim penghujan. Untuk mrndapatkan hasil yg maksimal, Qomaruddin, SP, Kepala UPTD Pertanian Kecamatan Sukosewu yang turut hadir menyarankan untuk teknik penyemaian menggunakan terpal, baki atau di halaman rumah. Karena pembibitan padi Sembada sangat sedikit, maka saat tanam disarankan untuk menancapkan 2-4 batang benih ke media tanam atau sawah. Persemaian yang menggunakan terpal tidak perlu diberi pupuk kimia, cukup disiram dengan air dan pupuk kandang. “Bisa juga menggunakan POC (Pupuk Organik Cair),” tambah Qomaruddin. Sedangkan media yang digunakan adalah tanah yang disaring dengan campuran pasir. “Perbandingannya 1:1 sudah ideal,” sarannya. Sedangkan penamananya di sawah menggunakan teknik jajar legowo. Tujuan utama dari Tanam Padi dengan Sistem Jajar Legowo yaitu meningkatkan populasi tanaman dengan cara mengatur jarak tanam dan memanipulasi lokasi dari tanaman yang seolah-olah tanaman padi berada di pinggir (tanaman pinggir) atau seolah-olah tanaman lebih banyak berada di pinggir.  Sudah kita buktikan di Desa Sengon, dan setelah diukur hasilnya cukup signifikan.

Rencanannya, Diperta bjn akan memberikan bantuan baki 1500-2000 buah kepada masing-masing poktan sebagai media tanam untuk menghemat biaya tanam.

 

Anda harus Login untuk memberi Komentar

Daftar Komentar

03 Sep 2014 22:28:58 - SURYO WIYONO

Tahun 2009-2010  Klinik Tenaman IPB kebanjiran pengaduan tanaman padi hibrida terkena hama dan penyakit.  Secara umum padi hibrida yang ada saat itu lebih rentan OPT, dan tidak ada bukti yang meyakinkan produktivitasnya lebih tinggi di lapangan.

 

 Tks pak

 


14 Agu 2014 08:13:25 - YUSERIZA ANUGERAH LEKSANA

barangkali ada masukan/sumbang saran prof kenapa pemakaian benih konvensional lebih dianjurkan daripada benih hibrida? terima kasih


07 Agu 2014 16:16:08 - SURYO WIYONO

kalau boleh ikut memberikan saran, banyak cara lain selain padi hibrida untuk meningkatkan produksi. Pengalaman dan penelitian kami, menggunakan varietas konvensional  saja (Ciherang, IR 64), dikombinasi dengan pengembalian jerami, optimalisasi pemupukan, dan penggunaan mikroorganisme menguntungkan bisa meningkatkan produktivitas 27%, menurunkan biaya produksi 20%.  

Tks

Suryo


Terpopuler

2014
Okt
25
cara untuk membesarkan umbi bawang merah
Oleh: andi prasetyo

assalamualikum, saya andi mahasiswa igtf pekalongan 2014. petani di desa curug muncar kec.petungkriyono kab.pekalongan, ingin menanyakan pertanyaan dari petani tentang - Selengkapnya

Dilihat (34149) Komentar (16)
2013
Des
18
budidaya pertanian organik tanaman tanpa memakai pupuk kimia dan pestisida kimia
Oleh: IPB DIGITANI

BUDIDAYA SAYURAN ORGANIK Pertanian organik adalah teknik budidaya tanaman tanpa memakai pupuk kimia dan pestisida kimia. Untuk meningkatkan keberhasilan budidaya sayuran organik, - Selengkapnya

Dilihat (26272) Komentar (3)
2014
Jun
18
bagaimana cara penanggulangan hama burung pipit
Oleh: KIM Banjarjo Kota Tua

Kecamatan Padangan adalah salah satu Produsen Padi Terpenting diwilayah Kabupaten Bojonegoro bagian barat, luas sawah dikecamatan +/-  1000 hektar dan - Selengkapnya

Dilihat (19126) Komentar (3)
2015
Agu
12
penyakit kuning pada tanaman cabai
Oleh: Valiana Aprilleria

Assalamualaikum, Bapak/Ibu. Saya tim IGTF dari Magelang. Saya ingin bertanya mengenai penyebab penyakit kuning (daun kuning) pada tanaman cabai? Apakah - Selengkapnya

Dilihat (18571) Komentar (6)
2014
Sep
17
daun padi menguning dan mati
Oleh: kim deru maju

Salam hormat. perkenalkan kami dari kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Deru maju dari Desa Deru Kecamatan Sumberrejo Kab. Bojonegoro Jatim. beberapa - Selengkapnya

Dilihat (14712) Komentar (8)

Berita

2020
Nov
13
ternak indonesia dilirik malaysia, jepang dan australia
Oleh: IPB DIGITANI

BOGOR -- Budi Susilo Setiawan, SPt, owner Mitra Tani Farm (Peternakan Domba Terpadu) berkesempatan membagi - Selengkapnya

Dilihat (463) Komentar (0)
2020
Okt
17
press conference - hari pangan sedunia dan launching indonesia food system summit 2021
Oleh: IPB DIGITANI

SIARAN PERS-KRKP-TANI CENTER LPPM IPB Saatnya Sistem Pangan yang berdaulat, adil dan resilien!   Bogor, 15 Oktober 2020 Peringatan - Selengkapnya

Dilihat (467) Komentar (0)
2020
Okt
16
webinar observasi & handling sampel hama dan penyakit tumbuhan dari lapangan
Oleh: IPB DIGITANI

Dalam rangka kegiatan identifikasi hama dan penyakit pada 4 koomoditas yaitu sirih, pinang, jambu mente, - Selengkapnya

Dilihat (445) Komentar (0)